Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Jun 2020 09:47 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Yuk, Kenalan dengan Wisata Renah Kayu Embun

Riyanto Toto
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pemandangan dari bukit khayangan (Warung Bang Joey)
Pemandangan dari bukit khayangan (Warung Bang Joey)
detikTravel Community -

Jambi punya sebuah desa hijau nan indah bernama Renah Kayu Embun. Kini tempat ini menjadi salah satu obyek wisata yang bisa kamu sambangi.

Udara segar dan aroma pohon kopi menyeruak sepanjang jalan berliku, sesekali  beberapa ekor camar terbang diantara barisan pohon, mengiringi kami berkendara diatas sepeda motor berkecepatan sedang, di jalan yang membelah bukit barisan, lahan disepanjang jalan adalah hamparan ladang dan hutan tropis, dimanfaatkan warga menjadi perkebunan aneka kebutuhan pangan.

Setelah melewati jalan berliku sekitar 30 menit dari Kota Sungai Penuh sampailah kami di pintu masuk Bukit Khayangan semacam puncak pass yang pemandangannya membentangkan keelokan alam Kerinci, namun tujuan kami sebenarnya bukan disini melainkan desa Renah Kayu Embun, sebuah desa diantara ceruk bukit barisan, berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Desa Renah Kayu Embun merupakan kawasan pertanian yang hampir semua penduduknya bekerja sebagai petani yang menanam tanaman pangan dan rempah, penduduknya sudah hidup dengan pertanian sejak turun temurun. Pertanian telah menjadi penyangga ekonomi masyarakat sejak dahulu.

Kawasan Renah Kayu Embun adalah wilayah yang punya potensi wisata yang sangat luar biasa. Baik itu wisata alam maupun agro wisata. Sungai, air terjun, udara sejuk, lahan pertanian dan hutan adalah potensi besar desa ini, tak ayal desa yang dulunya sepi sekarang menjadi ramai.

Karena semakin banyak warga yang bertani, lahan-lahan yang dulunya masih berupa belukar sekarang telah diolah kembali. Penduduk semakin ramai, pertanian sekarang telah menjadi kebiasaan bagi masyarakatnya.

Sungai

Sebagai desa ditengah perbukitan maka Renah Kayu Embun memiliki sungai-sungai dengai air yang jernih dari mata air perbukitan, alirannya tidak begitu deras, dan tidak begitu dalam, namun cukup dingin, jangan berani mencoba berendam pagi hari dijamin tidak akan kuat, jika ingin berendam disini sebaiknya pada siang hari.

Air Terjun

Lokasi nya memang cukup jauh, tapi semua bisa terbayar dengan keindahan alamnya, Renah Kayu Embun memiliki sumber air terjun yang masih belum terjamah, keasrian dan alamiannya masih sangat terjaga.

Pertanian

Mata siapa yang tidak akan teduh menyaksikan hamparan padang hijau berisi, buah, sayur dan rempah. Agro Wisata sebenarnya merupakan salah satu potensi utama desa Renah Kayu Embun, jika bermain di ladang bersama keluarga dijamin akan betah berlama-lama, kalau ingin mengajak anak-anak mereka bisa di edukasi mengenai proses pertanian dan bisa mengenal alam lebih dekat.

Pemandangan Alam

Dari Renah Kayu Embun membentang luas hamparan bukit barisan dan hutan-hutan tropis, langit biru serta awan putih, dari pintu masuknya sepanjang jalan berkelok kita disuguhi padang hijau yang teduh, lalu Gunung Kerinci menjulang megah disisi barat dan di timur Danau Kerinci biru memanjakan mata. Menjelang sampai di puncak kita bisa menyaksikan hiruk pikuk Kota Sungai penuh yang tengah sibuk beraktivitas, sebagian besarnya adalah sawah-sawah hijau dan menguning.

Jika kebetulan berangkat pagi hari maka kita bisa menyaksikan padang awan menyelimuti Kota Sungai, berkabut, dingin dan mempesona, cahaya matahari pagi yang baru saja menyeruap tampias ke atap-atap rumah warga dan awan putih, menampilkan gradasi warna yang memukau.

Menikmati Kopi

Jangan sampai tidak menikmati kopi jika berkunjung kesini, tak peduli kapan waktunya, udaranya yang dingin selalu membuat setiap seruputan kopi menjadi lebih nikmat. Jika ingin membeli biji kopi langsung, kita bisa langsung mengunjungi petani dan memetiknya di kebun. Oh ya, coba juga kopi khasnya yaitu daun kawo baleteak, sejenis olahan minuman dari daun kopi yang dicampur dengan air panas, biasanya lebih sering diseduh didalam tempurung kelapa, lalu diaduk menggunakan batang kulit manis.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA