Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Jul 2020 17:56 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jejak Bangsa Jepang di Tanah Laut, Kalsel

fahmi
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kondisi dalam bunker
Kondisi dalam bunker
detikTravel Community -

Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan ternyata menyimpan peninggalan Jepang. Yakni dalam bentuk bunker yang bersejarah.

Perjalanan menyusuri indahnya Desa Sungai Bakar, diiringi alunan suara gemercik Air Terjun Bajuin, tidak terlalu jauh hanya sekitar 500 km kita akan menemui bangunan peninggalan Jepang. Bangunan tersebut berupa bunker yang dibangun oleh bangsa Jepang sekitar tahun 1942.

Menurut informasi masyarakat setempat, bunker tersebut selain berfungsi sebagai pos pemantauan pergerakan para pejuang kemerdekaan tetapi juga sebagai pos pengamatan terhadap para pekerja romusha yang melakukan penambangan biji di Pegunungan Bajuin.

Sebenarnya masih ada beberapa bangunan peninggalan Jepang selain bunker, seperti pabrik biji besi, camp para pekerja yang didatangkan dari Pulau Jawa, tetapi semuanya telah runtuh tanpa bekas. Jadi yang masih terliat kokoh hanya bunker perlindungan tentara Jepang.

Untuk melihat bunker tersebut kita berjalan kaki sekitar 30 menit dari jalan rintis, dengan kondisi jalan yang cukup terjal dan mendaki, tetapi setelah kita telah berhadapan dengan bunker maka kita akan dapat merasakan aura zaman sebelum kemerdekaan. Karena dari sisi tersebut kita dapat melihat sekeliling pegunungan.

Tentara Jepang datang di Bajuin melalui perairan Jorong, mereka didatangkan dari Balikpapan Kalimantan Timur. kemudian menyeberang untuk menuju Kalimantan Selatan melalui Desa Jorong, selanjutnya tentara Jepang berjalan kaki masuk kota Pelaihari dan sebagian melakukan aktifitas pertambangan di Desa Sungai Bakar.

Selain bunker yang terliat utuh sebenarnya masih ada sisa peninggalan Jepang berupa bangunan pabrik biji besi dan kamp para pekerja yang didatangkan dari Pulau Jawa. Mereka dipekerjakan sebagai romusha untuk melakukan penggalian biji besi secara manual, tetapi pada tahun 1945 pada saat bangsa indonesia menyatakan kemerdekaan, pasukan jepang ditarik dari Indonesia, termasuk para tentara yang ada di Kalimantan Selatan.

Konon menurut cerita yang beredar, ada misteri harta karun yang ditinggalkan oleh para tentara Jepang. Hal itu terlihat dari banyaknya bekas lubang galian oleh masyarakat untuk mendapatkan harta karun tersebut.

Keberadaan tentara Jepang yang melakukan aktifitas tambang di Bajuin, menandakan bahwa sejak zaman dahulu Bajuin telah dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi tambang biji besi.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA