Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Agu 2020 16:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Romantisme Reruntuhan Abbaye de Jumieges

Foto 1 dari 5
Abbaye de Jumi, bekas reruntuhan di Normandie, Prancis.
Abbaye de Jumi, bekas reruntuhan di Normandie, Prancis.
detikTravel Community -

Bagi traveler Prancis, Abbaye de Jumieges yang dahulu merupakan biara sering dijuluki reruntuhan terindah di Perancis. Ini pesonanya.

Jalan-jalan pertama kami setelah pemerintah Prancis menghentikan kebijakan lockdown adalah Abbaye de Jumi. Maklum, hari-hari pertama setelah lockdown berakhir, pemerintah hanya mengizinkan masyarakat keluar rumah paling jauh 100 km. Abbaye de Jumi ini tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami.

Sudah sejak lama saya ingin mengunjungi biara (abbaye) ini. Hanya tiap kali mau ke sini, ada saja hal-hal yang membuat keinginan ini tidak terlaksana. Akhirnya baru sekarang kesampaian, justru setelah gerak kami dibatasi oleh peraturan 100 km itu.

Abbaye de Jumi adalah salah satu biara Benedictin yang tertua dan terpenting di Normandie. Maksudnya, biara Benedictin dalah biara yang berpegang pada aturan yang dibuat oleh Santa Benoit de Nursie.

Biara ini dibangun oleh Santa Philibert pada abad VII, sekitar tahun 654. Sempat dihancurkan oleh orang-orang Viking, dan para biarawan waktu itu dipaksa meninggalkan biara selama 10 tahun.

Setelah terbentuknya kadipaten Normandie, Guillaume Longue Epe dipati kedua, menghidupkan kembali biara ini. Tetapi baru pada abad XI, atas perintah Guillaume le Conqurant (William the Conqueror), biara ini dipugar.

Sisa-sisa dari abad ke VII tidak ditemukan lagi. Hanya bila berkunjung ke sini, Anda akan puas menikmati arsitektur sepanjang 9 abad, dari abad IX sampai XVII.

Biara ini sering disebut-sebut sebagai reruntuhan terindah milik Prancis. Foto-foto yang kami tampilkan di sini mungkin tidak dapat menangkap keindahan dan kemegahan reruntuhan biara ini. Maklum kami memang tidak pandai memotret, aslinya jauh lebih menakjubkan dan terkesan sangat romantis dengan reruntuhan yang menjulang tinggi di langit terbuka.

Apalagi saat kami datang, langit sempat mendung. Namun, justru bikin suasana lebih melow dan terasa romantis sekali. Ditambah lagi memang tidak ada pengunjung lain selain kami.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA