Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Agu 2020 12:47 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Diajak ke Masa Lalu di Bangunan Merah Melaka

Lena Ellitan
d'travelers
Foto 1 dari 4
Gereja Kristus Melaka.
Gereja Kristus Melaka.
detikTravel Community -

Peninggalan masa kolonial masih sangat hidup dan terasa di Malaka. Seoalah traveling ke masa lalu.

Melaka memiliki landmark sebuah bangunan berwarna merah, Stadthuys. Dulunya, Stadthuys itu merupakan pusat administrasi pemerintahan namun sekarang menjadi museum sejarah.

The Stadthuys dapat dengan mudah ditemukan karena letaknya tepat di samping Gereja Kristus. Di seberang Stadthuys adalah Jonker Street yang terkenal dikunjungi oleh banyak turis.

The Stadthuys dibangun antara 1641 dan 1660 di atas reruntuhan benteng milik Portugis. Dipercaya bahwa Stadthuys adalah bangunan Belanda tertua di Timur.

Bangunan merah besar ini menampilkan semua fitur umum dari arsitektur kolonial Belanda yang mencakup pintu kokoh yang besar dan jendela louver. Sejak selesai dibangun hingga 1980, Stadthuys digunakan sebagai pusat administrasi pemerintahan berturut-turut selama 300 tahun.

Barulah di tahun 1982, Stadthuys diubah menjadi museum sejarah yang memamerkan sejarah Malaka mulai dari Kesultanan Melayu yang besar dan penjajahan Portugis, Belanda dan Inggris, Museum itu dibuka untuk turis hingga saat ini.

Selain Stadthuys, juga ada contoh bagus arsitektur Belanda di Melaka. Yakni, Gereja Kristus yang dibangun pada tahun 1753.

Atraksi di sekitar kawasan itu banyak sekali. Hanya berjalan kaki singkat menuju kebalikan dari Stadthuys adalah Jonker Street yang terkenal di mana kita dapat menikmati aneka makanan khas Malaka yang terkenal seperti bola nasi ayam, nyonya laksa, cendol dan sebagainya. Ada juga banyak oleh-oleh yang bisa kita beli di Jonker Street sebagai cendera hati.

Sebelum sampai ke Jonker Street dari Stadhuys, kita akan menyeberangi sungai Melaka. Wisata sungai Melaka dikenal dengan Malacca River Cruise yang disediakan bagi pejalan yang ingin melihat lebih banyak tentang area terkenal ini.

Melaka juga dikenal sebagai kota museum karena banyak museum di area ini seperti Museum Budaya Cheng Ho dan Museum Pemuda Malaysia (Muzium Belia Melaka).

Tempat bersejarah lainnya di dekatnya adalah Air Mancur Ratu Victoria yang agak jauh dari Stadthuys tetapi masih dapat dicapai dengan berjalan kaki. Air mancur ini dibangun pada tahun 1901 tetapi masih berdiri tegak dan tidak terlihat seperti berumur lebih dari 100 tahun.

Ada banyak tempat untuk dikunjungi di daerah ini. Lebih jauh ke bawah dari air mancur ada dua kompleks perbelanjaan yang bisa kita kunjungi juga antara lain adalah Dataran Pahlawan dan Mahkota Parade.

Jika kita ingin menikmati suasana malam di Melaka maka pertimbangkan untuk menginap di salah satu hotel di Malaka. Terdapat beberapa hotel di sekitar area tersebut yang diantaranya adalah Renaissance Hotel yang berada tepat di samping Dataran Pahlawan dan juga hotel budget di kawasan Melaka Raya.

Walaupun sebenarnya tidak banyak pilihan dalam hal transportasi di Malaka, kita dapat menuju tempat manapun yang kita inginkan dengan fasilitas taksi online dengan harga yang sangat terjangkau.

***

Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan, yuk kirim artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA