Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Sep 2020 15:43 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Usulan Mewujudkan TTS Jadi Kabupaten Wisata di NTT

Foto 1 dari 5
Sumber air panas, salah satu potensi wisata di TTS yang belum dikelola
Sumber air panas, salah satu potensi wisata di TTS yang belum dikelola
detikTravel Community -

Timor Tengah Selatan (TTS) memiliki sejumlah potensi wisata unik dan masih alami. Perlu sentuhan dan promosi untuk menggaet wisatawan.

TTS di Nusa Tenggara Timur (NTT) dianggap cuma bisa mengembangkan wisata dengan menarik investor. Barulah setelah itu pertumbuhan ekonomi akan meningkat, kemiskinan berkurang, dan masyarakat akan sejahtera.

Apakah sesederhana itu?

TTS memang memiliki potensi wisata alam yang oke. Suhu udara yang sejuk, padang rumput yang luas, kuda-kuda yang bebeas berkeliaran, dan penduduknya yang bertani dan beternak menjadi paket komplet untuk menark wisatawan.

Tapi, TTS membutuhkan modal. Asalnya, dari investor itu.

Bukan cuma itu, TTS harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk mengelola modal itu.

Faktanya, saat pemerintah pusat mengalokasiskan dana ke daerah-daerah tertinggal atau menggelontorkan dana ke setiap desa, TTS belum berlari kencang. Wisata belum berkembang. Dana desa dianggap cukup, bukan dikembangkan.

Saya yakin, wisata TTS bisa berkembang andai pemerintah turut memoles beragam wisata yang ada di TTS agar terintegrasi dengan aktivitas masyarakat, dan mampu menghasilkan efek ganda pada sektor ekonomi. Itu demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Selain itu, beragam potensi wisata yang ada di TTS juga perlu dikaji dan direncanakan dengan matang supaya tidak mengesampingkan masyrakat yang ada disekitar tempat-tempat wisata.

Di samping itu, setiap bangunan kantor pemerintah, rumah warga, vila dan lain-lain di sekitar tempat wisata perlu untuk dikawinkan dengan motif dan corak lokal yang ada di TTS. Itu penting agar ciri khas dari daerah kita benar-benar menyatu dengan bangunan dan budaya yang kita punya.

Khusus untuk pembangunan vila di sekitar tempat wisata, menurut saya perlu untuk dibatasi agar dampak langsung dari tempat-tempat wisata ini tidak hanya nikmati oleh sekelompok orang saja yang mempunyai modal.

Jadi, yang perlu diperkuat oleh pemerintah adalah rumah-rumah warga yang ada disekitar tempat wisata. Setiap rumah yang ada disekitar tempat wisata, minimal ada satu kamar yang harus diperbaiki untuk disewakan. Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton disekitar tempat wisata.

Selain itu, kuliner lokal dan kerajinan tangan bisa langsung dijual kepada para pengunjung disekitar tempat wisata yang ada.

Terakhir, tidak berlebihan jika saya beranggapan bahwa tugas pemerintah daerah ini haruslah seperti memoles perempuan Timor. Tidak perlu mengumbarnya, tapi memolesnya pelan-pelan, memberikan pendidikan, mengajarkan budaya halus dan memasak, sehingga kelak ia bisa memenangkan hati seorang pria yang baik dan bertanggung jawab.

Dan, untuk memulai hal ini, para pemangku kebijakan haruslah benar-benar memiliki komitmen yang kuat, dengan hadir untuk memberikan stimulus terlebih dahulu.

===

Traveler yang memiliki pengalaman traveling dan ingin berbagi dengan detikers bisa bergabung di sini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA