Penampakan Baru di Lawang Sewu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Penampakan Baru di Lawang Sewu

Angling Adhitya Purbaya - detikTravel
Kamis, 09 Jan 2014 19:35 WIB

Semarang - Gedung Lawang Sewu di Semarang pernah masuk dalam 10 bangunan paling horor se-Asia versi National Geographic. Namun, Lawang Sewu berbenah dan kini sudah tidak horor lagi. Nikmatilah penampakan baru dari Lawang Sewu.

Sejak dipugar mulai Juli 2011 lalu, kesan horor dan mistis di gedung peninggalan Belanda itu mulai hilang. Pengelola kini menampilkan Lawang Sewu yang lebih ramah wisatawan (Angling/detikTravel)
Sejak dari gerbang masuk, pengunjung sudah tidak lagi melihat gedung dengan tembok kusam atau cat yang mengelupas. Lokomotif C 2301 kini banyak digunakan pengunjung untuk berfoto (Angling/detikTravel)
Hanya dengan membayar tiket Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak, pengunjung bisa berkeliling Lawang Sewu. Sewa guide hanya membayar sekitar Rp 30 ribu (Angling/detikTravel)
Gedung A difungsikan untuk Griya Nusantara, pameran batik dan kerajinan. Namun hingga 21 Januari mendatang, ada pameran benda-benda bersejarah tentang perkeretaapian Indonesia (Angling/detikTravel)
Ruangan mirip kapel di Lawang Sewu dengan kaca patri yang cantik. Manajer Museum PT KAI, Sapto Hartoyo selaku pengelola mengatakan pihaknya memang sedang berusaha menghilangkan imej horor dari Lawang Sewu (Angling/detikTravel)
Gedung A lantai 3 yang saat ini seperti loteng luas, masih terlihat menyeramkan. Tapi nantinya tempat ini akan digunakan untuk ruang pameran lukisan (Angling/detikTravel)
Gedung B Lawang Sewu kondisinya masih suram dan menyeramkan karena belum dipugar, rencananya tahun 2014 ini akan mulai dipugar. Gedung B akan difungsikan sebagai pusat kuliner siap saji (Angling/detikTravel)
Bahkan sekarang pengunjung bisa bernyanyi dengan diiringi musik keroncong dari Gunung Jati Kroncong Music binaan PT KAI. Grup keroncong itu ada setiap dua minggu dalam satu bulan (Angling/detikTravel)
Tempat yang terkenal paling horor di Lawang Sewu adalah ruang bawah tanahnya yang jadi penjara saat zaman penjajahan Jepang. Padahal awalnya ini adalah saluran air yang juga berfungsi sebagai pendingin gedung (Angling/detikTravel)
Suasana ruang tamu Lawang Sewu yang kini dibuat klasik dan antik. Sejak direnovasi, wisatawan yang mengunjungi Lawang Sewu naik dua kali lipat di tahun 2013 menjadi 232.612 pengunjung (Angling/detikTravel)
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Penampakan Baru di Lawang Sewu
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads