Singapura - Inilah tempat di mana Singapore Airlines memasak makanan lezatnya. Semua kebutuhan katering penerbangan yang berangkat dari Singapura dimasak di sini.
Laporan dari Singapura
Foto: Dapur Katering Singapore Airlines yang Dirahasiakan
Nama tempatnya adalah SATS Food, Gedung Inflight Catering Centre 1. Lokasinya masih di kawasan Bandara Changi, tepatnya di 20 Airport Boulevard (Masaul/detikTravel)
Tak sembarang orang bisa masuk kawasan yang dijaga ketat ini. Ini pintu masuk gedungnya (Masaul/detikTravel)
Kami tak diperbolehkan mengabadikan kegiatan yang berlangsung di dalamnya menggunakan kamera. Ini pemandangan Bandara Changi dari lantai 3 (Masaul/detikTravel)
Canyon Ranch digandeng SATS untuk memenuhi kebutuhan katering di layanan terbaru Singapore Airlines. Fasilitas makanan ini ada di penerbangan nonstop terlama di dunia antara Singapura-New York, AS (Masaul/detikTravel)
Dalam menu Canyon Ranch ini, saya menjajal makanan pembuka hingga penutup untuk kelas bisnis Airbus A350-900ULR (Masaul/detikTravel)
Saat di dalam gedung itu, kami disambut oleh Food and Beverages Director SATS Antony McNeil. Menu Canyon Ranch yang detikTravel pesan adalah makanan halal (Masaul/detikTravel)
Menunya antara lain, roasted beefs with burrata sebagai pembuka. Ini penampakannya (Masaul/detikTravel)
Ada pula herb roasted chicken breast sebagai menu utama. Dan ini lavender flan yang berisi classic baked custard sebagai penutup (Masaul/detikTravel)
Bagian kedua kunjungan di Gedung Inflight Catering Centre 1 dimulai. Saya hanya menggambarkan pengalaman berkeliling saja karena tak boleh membawa peralatan merekam atau lainnya (Masaul/detikTravel)
Sebelum berkeliling Gedung Inflight Catering Centre 1, kami harus memakai sejumlah pakaian pelindung. Ada masker, jas putih yang hampir menutupi seluruh badan, masker rambut dan penutup sepat (Masaul/detikTravel)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah