Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 31 Des 2018 09:50 WIB

PHOTOS

Foto: Tempat Lahirnya Layang-layang Pertama di China

Bona
detikTravel

Weifang - Shanghai dan Beijing adalah destinasi utama saat liburan ke China. Di antara dua kota besar itu, ada Weifang tempat lahirnya layang-layang di China.

Ada sebuah tempat wisata wajib di Kota Weifang, Provinsi Shandong yaitu Desa Wisata Yangjiabu. Yangjiabu dulunya adalah perkampungan dengan marga Yang. Di sinilah lahir sejarah layang-layang. (Bonauli/detikTravel)
Ada sebuah tempat wisata wajib di Kota Weifang, Provinsi Shandong yaitu Desa Wisata Yangjiabu. Yangjiabu dulunya adalah perkampungan dengan marga Yang. Di sinilah lahir sejarah layang-layang. (Bonauli/detikTravel)
Layang-layang pertama dibuat oleh Lu Ban, seorang tukang kayu dari Dinasti Zhou. Dari tangannya lahir layang-layang pertama di China, sekitar 2.500 tahun yang lalu. (Bonauli/detikTravel) 
Layang-layang pertama dibuat oleh Lu Ban, seorang tukang kayu dari Dinasti Zhou. Dari tangannya lahir layang-layang pertama di China, sekitar 2.500 tahun yang lalu. (Bonauli/detikTravel)
 
Melihat hal ini, Pemerintah China melestarikan Yangjiabu sebagai desa wisata sejarah. Untuk bisa masuk ke sini, turis akan dikenakan tiket seharga 60 Yuan atau sekitar Rp 126.000 per orang. (Bonauli/detikTravel) 
Melihat hal ini, Pemerintah China melestarikan Yangjiabu sebagai desa wisata sejarah. Untuk bisa masuk ke sini, turis akan dikenakan tiket seharga 60 Yuan atau sekitar Rp 126.000 per orang. (Bonauli/detikTravel)
 
Dari depan desa sudah terpajang gapura cantik dan 3 dewa yang melambangkan kemakmuran, kebahagiaan dan kekayaan. Di sekitarnya terdapat lapangan luas sebelum masuk ke kawasan pagoda. (Bonauli/detikTravel) 
Dari depan desa sudah terpajang gapura cantik dan 3 dewa yang melambangkan kemakmuran, kebahagiaan dan kekayaan. Di sekitarnya terdapat lapangan luas sebelum masuk ke kawasan pagoda. (Bonauli/detikTravel)
 
Saat masuk ke dalam pagoda, traveler akan di sambut dengan prasasti terbalik yang menjelaskan tentang sejarah layang-layang. Pagoda tersebut dihiasi dengan ornamen bungan di langit-langitnya, sangat cantik. (Bonauli/detikTravel) 
Saat masuk ke dalam pagoda, traveler akan di sambut dengan prasasti terbalik yang menjelaskan tentang sejarah layang-layang. Pagoda tersebut dihiasi dengan ornamen bungan di langit-langitnya, sangat cantik. (Bonauli/detikTravel)
 
Naik ke lantai 2, akan ada layang-layag naga raksasa yang menjadi pemenang di International Kite Festival pada tahun 1997. Eits, layang-layang ini hanya duplikatnya saja. Tapi dibuat semirip mungkin dnegan aslinya. (Bonauli/detikTravel) 
Naik ke lantai 2, akan ada layang-layag naga raksasa yang menjadi pemenang di International Kite Festival pada tahun 1997. Eits, layang-layang ini hanya duplikatnya saja. Tapi dibuat semirip mungkin dnegan aslinya. (Bonauli/detikTravel)
 
Beda dengan 2 lantai sebelumnya. Di lantai 4 dan 5, traveler akan dibawa untuk menikmati pemandangan sekitar Yangjiabu. Dari depan pintu akan terlihat pemandangan dari lapangan sampai gapura pintu masuk. (Bonauli/detikTravel) 
Beda dengan 2 lantai sebelumnya. Di lantai 4 dan 5, traveler akan dibawa untuk menikmati pemandangan sekitar Yangjiabu. Dari depan pintu akan terlihat pemandangan dari lapangan sampai gapura pintu masuk. (Bonauli/detikTravel)
 
Memutar ke belakang bangunan, akan terlihat kawasan Yangjiabu. Di sisi kanan adalah kawasan desa lama yang jadi tempat tinggal warga. Kalau di sebelah kiri adalah kawasan baru yang dibuat pemerintah untuk Yangjiabu. (Bonauli/detikTravel) 
Memutar ke belakang bangunan, akan terlihat kawasan Yangjiabu. Di sisi kanan adalah kawasan desa lama yang jadi tempat tinggal warga. Kalau di sebelah kiri adalah kawasan baru yang dibuat pemerintah untuk Yangjiabu. (Bonauli/detikTravel)
 
Desa Wisata Yangjiabu juga memiliki ruangan koleksi layang-layang untuk para turis, Yangjiabu Kite Museum. (Bonauli/detikTravel) 
Desa Wisata Yangjiabu juga memiliki ruangan koleksi layang-layang untuk para turis, Yangjiabu Kite Museum. (Bonauli/detikTravel)
 
Di dalam museum ini terdapat beberapa informasi berupa sejarah layang-layang dan koleksi layang-layang dari festival internasional. (Bonauli/detikTravel) 
Di dalam museum ini terdapat beberapa informasi berupa sejarah layang-layang dan koleksi layang-layang dari festival internasional. (Bonauli/detikTravel)
 
Tak hanya mengenal sejarah, Desa Wisata Yangjiau juga punya membuka tempat pembuatan layang-layangnya untuk turis. Di workshop ini, turis diajak untuk melihat lebih dekat pembuatan layang-layang. (Bonauli/detikTravel) 
Tak hanya mengenal sejarah, Desa Wisata Yangjiau juga punya membuka tempat pembuatan layang-layangnya untuk turis. Di workshop ini, turis diajak untuk melihat lebih dekat pembuatan layang-layang. (Bonauli/detikTravel)
 
Pembuatan layang-layang di sini masih sangat tradisional. Para pekerjanya menggambar pola langsung di atas sutera dengan sangat lihai. (Bonauli/detikTravel) 
Pembuatan layang-layang di sini masih sangat tradisional. Para pekerjanya menggambar pola langsung di atas sutera dengan sangat lihai. (Bonauli/detikTravel)
 
Mulai dari yang kecil, digunakan untuk hiasan sampai yang raksasa tersedia di sini. Traveler juga bisa membelinya langsung di sini. Layang-layangnya pun sudah dimodifikasi dengan tipe bongkar pasang. (Bonauli/detikTravel) 
Mulai dari yang kecil, digunakan untuk hiasan sampai yang raksasa tersedia di sini. Traveler juga bisa membelinya langsung di sini. Layang-layangnya pun sudah dimodifikasi dengan tipe bongkar pasang. (Bonauli/detikTravel)
 
Jadi desa wisata penuh sejarah, Yanjiabu berhasil mendapatkan grade AAAA dari pemerintah. Artinya desa ini menjadi tempat wisata paling rekomendasi saat liburan ke Weifang, Shandong. (Bonauli/detikTravel) 
Jadi desa wisata penuh sejarah, Yanjiabu berhasil mendapatkan grade AAAA dari pemerintah. Artinya desa ini menjadi tempat wisata paling rekomendasi saat liburan ke Weifang, Shandong. (Bonauli/detikTravel)
 
BERITA TERKAIT
BACA JUGA