Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 09 Apr 2019 09:25 WIB

PHOTOS

Foto Suasana Desa Kemiren Banyuwangi, Rumahnya Suku Osing

Rachman Haryanto
detikTravel

Banyuwangi - Bila berlibur ke Banyuwangi, sempatkanlah untuk mampir ke Desa Kemiren. Ada Suku Osing yang masih sangat kental adat budayanya.

Daerah paling timur di Pulau Jawa ini memiliki warga desa yang ramah dan pasti membuat kita betah berlama-lama di sana. Itik atau entok jadi peliharaan warga (Rachman Haryanto/detikcom)
Daerah paling timur di Pulau Jawa ini memiliki warga desa yang ramah dan pasti membuat kita betah berlama-lama di sana. Itik atau entok jadi peliharaan warga (Rachman Haryanto/detikcom)
Adem, tenteram hingga berpemandangan hamparan rumput hijau berhias bunga akan semakin memanjakan mata dari Desa Kemiren (Rachman Haryanto/detikcom)
Adem, tenteram hingga berpemandangan hamparan rumput hijau berhias bunga akan semakin memanjakan mata dari Desa Kemiren (Rachman Haryanto/detikcom)
Asal mula kata Desa Kemiren, wilayah Suku Osing berada menurut sesepuh desa, dahulu saat pertama kali ditemukan berupa hutan. Nah di situ terdapat dominasi pohon kemiri dan duren (durian) sehingga mulai saat itu dinamakan Desa Kemiren (Rachman Haryanto/detikcom)
Asal mula kata Desa Kemiren, wilayah Suku Osing berada menurut sesepuh desa, dahulu saat pertama kali ditemukan berupa hutan. Nah di situ terdapat dominasi pohon kemiri dan duren (durian) sehingga mulai saat itu dinamakan 'Desa Kemiren' (Rachman Haryanto/detikcom)
Keramahan Suku Osing dirasakan detikcom saat bertandang ke rumah Mbok Ning (72). Dengan senang hati ia menyambut kehadiran kami (Rachman Haryanto/detikcom)
Keramahan Suku Osing dirasakan detikcom saat bertandang ke rumah Mbok Ning (72). Dengan senang hati ia menyambut kehadiran kami (Rachman Haryanto/detikcom)
Ia langsung mempersilakan masuk ke rumah untuk melihat isi dapur dan bagian belakang rumah, bernama Tingkle bahasa Suku Osing (Rachman Haryanto/detikcom)
Ia langsung mempersilakan masuk ke rumah untuk melihat isi dapur dan bagian belakang rumah, bernama Tingkle bahasa Suku Osing (Rachman Haryanto/detikcom)
Sambil berbincang, ia menyempatkan diri mengunyah sirih selayaknya orang tua di masa lalu. Ini peralatannya (Rachman Haryanto/detikcom)
Sambil berbincang, ia menyempatkan diri mengunyah sirih selayaknya orang tua di masa lalu. Ini peralatannya (Rachman Haryanto/detikcom)
Ia melayani kami dengan perbincangan ringan akan adat istiadat dan kebiasaan warga Suku Osing (Rachman Haryanto/detikcom)
Ia melayani kami dengan perbincangan ringan akan adat istiadat dan kebiasaan warga Suku Osing (Rachman Haryanto/detikcom)
Menurut sejarah, masyarakat Desa Kemiren berasal dari orang-orang yang mengasingkan diri dari Kerajaan Majapahit karena mulai runtuh sekitar tahun 1478 M (Rachman Haryanto/detikcom)
Menurut sejarah, masyarakat Desa Kemiren berasal dari orang-orang yang mengasingkan diri dari Kerajaan Majapahit karena mulai runtuh sekitar tahun 1478 M (Rachman Haryanto/detikcom)
Selain menuju ke ujung timur Pulau Jawa yakni Banyuwangi, orang-orang Majapahit juga mengungsi ke Gunung Bromo (Suku Tengger) dan Pulau Bali (Rachman Haryanto/detikcom)
Selain menuju ke ujung timur Pulau Jawa yakni Banyuwangi, orang-orang Majapahit juga mengungsi ke Gunung Bromo (Suku Tengger) dan Pulau Bali (Rachman Haryanto/detikcom)
Desa Kemiren secara administratif masuk di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan secara historis geneologis-sosiologis masih memperlihatkan tata kehidupan sosio-kultural yang mempunyai kekuatan nilai tradisional Osing (Rachman Haryanto/detikcom)
Desa Kemiren secara administratif masuk di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan secara historis geneologis-sosiologis masih memperlihatkan tata kehidupan sosio-kultural yang mempunyai kekuatan nilai tradisional Osing (Rachman Haryanto/detikcom)
Desa Kemiren ini lahir pada zaman penjajahan Belanda, tahun 1830-an. Awalnya, desa ini hanyalah hamparan sawah hijau dan hutan milik para penduduk Desa Cungking (Rachman Haryanto/detikcom)
Desa Kemiren ini lahir pada zaman penjajahan Belanda, tahun 1830-an. Awalnya, desa ini hanyalah hamparan sawah hijau dan hutan milik para penduduk Desa Cungking (Rachman Haryanto/detikcom)
Masyarakat ini kemudian mendirikan Kerajaan Blambangan di Banyuwangi yang bercorak Hindu-Buddha seperti Majapahit. Berkuasa selama 200 tahun, akhirnya jatuh ke tangan Kerajaan Mataram Islam pada tahun 1743 M (Rachman Haryanto/detikcom)
Masyarakat ini kemudian mendirikan Kerajaan Blambangan di Banyuwangi yang bercorak Hindu-Buddha seperti Majapahit. Berkuasa selama 200 tahun, akhirnya jatuh ke tangan Kerajaan Mataram Islam pada tahun 1743 M (Rachman Haryanto/detikcom)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA