Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 20 Mei 2019 09:15 WIB

PHOTOS

Foto: 1 Masjid, 7 Muazin yang Azan

Sudirman Wamad
detikTravel

Cirebon - Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon mengumandangkan azan dengan 7 muazin saat salat Jumat. Hal ini telah berlangsung lama, dan ada ceritanya.

Nah, di Masjid Agung Sang Cipta Rasa ada tradisi unik yakni azan pitu alias azan tujuh saat salat jumat. (Sudirman Wamad/detikcom)

Nah, di Masjid Agung Sang Cipta Rasa ada tradisi unik yakni 'azan pitu' alias azan tujuh saat salat jumat. (Sudirman Wamad/detikcom)

Sesuai namanya, azan tujuh dikumandangkan oleh tujuh orang muazin. Azan tujuh bagian tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Azan tujuh merupakan siasat Nyi Mas Pakung Wati, istri dari Sunan Gunung Jati saat Masjid Agung Sang Cipta Rasa mendapat serangan dari Menjangan Wulu. (Sudirman Wamad/detikcom)

Sesuai namanya, azan tujuh dikumandangkan oleh tujuh orang muazin. Azan tujuh bagian tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Azan tujuh merupakan siasat Nyi Mas Pakung Wati, istri dari Sunan Gunung Jati saat Masjid Agung Sang Cipta Rasa mendapat serangan dari Menjangan Wulu. (Sudirman Wamad/detikcom)

Menjangan Wulu merupakan tokoh sakti yang cemburu lantaran banyak masyarakat Cirebon berbondong-bondong memeluk Islam. Ornamen masjid yang kental dengan agama Hindu membuat masyarakat penasaran untuk datang ke masjid. Terlebih lagi saat azan dikumandangkan, masyarakat yang saat itu belum memeluk penasaran. (Sudirman Wamad/detikcom)

Menjangan Wulu merupakan tokoh sakti yang cemburu lantaran banyak masyarakat Cirebon berbondong-bondong memeluk Islam. Ornamen masjid yang kental dengan agama Hindu membuat masyarakat penasaran untuk datang ke masjid. Terlebih lagi saat azan dikumandangkan, masyarakat yang saat itu belum memeluk penasaran. (Sudirman Wamad/detikcom)

Akhirnya, Menjangan Wulu melancarkan siasat liciknya agar azan tak berkumandang di masjid. Melalui kesaktiannya, Menjangan Wulu menaruh racun di atas masjid. Racun akan bereaksi pada muazin yang sedang azan. (Sudirman Wamad/detikcom)

Akhirnya, Menjangan Wulu melancarkan siasat liciknya agar azan tak berkumandang di masjid. Melalui kesaktiannya, Menjangan Wulu menaruh racun di atas masjid. Racun akan bereaksi pada muazin yang sedang azan. (Sudirman Wamad/detikcom)

Kemudian Nyi Mas Pakung Wati memerintah agar muazinnya itu jangan satu. Intruksi Nyi Mas Pakung Wati pun langsung dilaksanakan. Azan pun dikumandangkan oleh dua orang. Namun tetap tak bisa menghindar dari serangan racun. Sampai enam orang yang azan, tetap terkena serangan racun. Kemudian, tambah lagi. Yang azan jadi tujuh orang, ternyata sampai selesai. Tidak ada serangan racun,

Kemudian Nyi Mas Pakung Wati memerintah agar muazinnya itu jangan satu. Intruksi Nyi Mas Pakung Wati pun langsung dilaksanakan. Azan pun dikumandangkan oleh dua orang. Namun tetap tak bisa menghindar dari serangan racun. Sampai enam orang yang azan, tetap terkena serangan racun. Kemudian, tambah lagi. Yang azan jadi tujuh orang, ternyata sampai selesai. Tidak ada serangan racun,

Muazin yang mengumandangakn azan merupakan keturunan dari muazin terdahulu. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1480. Msjid Agung Sang Cipta Rasa, dikatakan Ismail awalnya bernama Masjid Pakung Wati kemudian nama masjid berubah sekitar tahun 1970. (Sudirman Wamad/detikcom)

Muazin yang mengumandangakn azan merupakan keturunan dari muazin terdahulu. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1480. Msjid Agung Sang Cipta Rasa, dikatakan Ismail awalnya bernama Masjid Pakung Wati kemudian nama masjid berubah sekitar tahun 1970. (Sudirman Wamad/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA