Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 16 Jun 2019 22:15 WIB

PHOTOS

Foto: Sejarah Kelam Romusha di Brebes

Muhammad Idris
detikTravel

Brebes - Zaman penjajahan, Indonesia dikuasai oleh Jepang selama 3,5 tahun. Hal ini pun menjadi sejarah pilu Tanah Air, yang masih berbekas salah satunya di Tanah Air.

Di balik keelokan rimbun hamparan padang kebun teh yang dikelola PTPN IX, ada sebuah gua sepanjang 850 meter yang menembus perbukitan di tengah perkebunan yang berada di ketinggian di atas 1.500 mdpl ini. Gua itu digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang dari serangan musuh, kini disebut Gua Jepang (Idris/detikcom)

Di balik keelokan rimbun hamparan padang kebun teh yang dikelola PTPN IX, ada sebuah gua sepanjang 850 meter yang menembus perbukitan di tengah perkebunan yang berada di ketinggian di atas 1.500 mdpl ini. Gua itu digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang dari serangan musuh, kini disebut Gua Jepang (Idris/detikcom)

Selain diperuntukkan sebagai tempat persembunyian, Gua ini juga disiapkan sebagai tempat pembantaian romusha maupun penduduk di Brebes dan sekitarnya yang dianggap memberontak kepada pemerintahan militer Jepang (Idris/detikcom)

Selain diperuntukkan sebagai tempat persembunyian, Gua ini juga disiapkan sebagai tempat pembantaian romusha maupun penduduk di Brebes dan sekitarnya yang dianggap memberontak kepada pemerintahan militer Jepang (Idris/detikcom)

Suasana di dalam gua dibuat mirip dengan kondisi aslinya saat masih dipakai Jepang. Di dalam gua ini, patung-patung tentara Jepang maupun romusha yang dibuat dengan ukuran seperti aslinya (Idris/detikcom)

Suasana di dalam gua dibuat mirip dengan kondisi aslinya saat masih dipakai Jepang. Di dalam gua ini, patung-patung tentara Jepang maupun romusha yang dibuat dengan ukuran seperti aslinya (Idris/detikcom)

Ruangan lainnya diperuntukkan sebagai ruang tahanan, kamar pasukan istirahat Jepang, pos penjagaan, gudang senjata, dapur, hingga ruang rapat pasukan. Dari lorong utama, gua ini memiliki percabangan, beberapa di antaranya diberi teralis besi agar tak dimasuki pengunjung (Idris/detikcom)

Ruangan lainnya diperuntukkan sebagai ruang tahanan, kamar pasukan istirahat Jepang, pos penjagaan, gudang senjata, dapur, hingga ruang rapat pasukan. Dari lorong utama, gua ini memiliki percabangan, beberapa di antaranya diberi teralis besi agar tak dimasuki pengunjung (Idris/detikcom)

Bahkan yang bikin merinding, ada ruang yang memang secara khusus difungsikan sebagai kamar penyiksaan dan pembantaian (Idris/detikcom)

Bahkan yang bikin merinding, ada ruang yang memang secara khusus difungsikan sebagai kamar penyiksaan dan pembantaian (Idris/detikcom)

Dengan jalur percabangan rumit dan panjang jauh ke perut bumi perut bumi, bisa dibayangkan penderitaan para pekerja romusha menggali kerasnya batu cadas di bawah perbukitan dengan peralatan sederhana saat itu. Tak ada catatan berapa jumlah romusha yang meninggal selama pembangunan gua pertahanan ini (Idris/detikcom)

Dengan jalur percabangan rumit dan panjang jauh ke perut bumi perut bumi, bisa dibayangkan penderitaan para pekerja romusha menggali kerasnya batu cadas di bawah perbukitan dengan peralatan sederhana saat itu. Tak ada catatan berapa jumlah romusha yang meninggal selama pembangunan gua pertahanan ini (Idris/detikcom)

Kini, Gua Jepang menjadi saksi bisu sejarah sekaligus objek wisata yang ada di Brebes (Idris/detikcom)

Kini, Gua Jepang menjadi saksi bisu sejarah sekaligus objek wisata yang ada di Brebes (Idris/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA