Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Okt 2019 08:45 WIB

PHOTOS

Foto: Begini Nih Baki Makanan Pesawat yang Bisa Kamu Makan

Jakarta - Untuk mengurangi sampah plastik di penerbangan, perusahaan dari Inggris menciptakan baki makanan pesawat yang bisa dimakan. Baki ini terbuat dari bahan alami.

Priestman Goode, sebuah studio desain dari Inggris berhasil menciptakan prototipe produk tempat makanan pesawat yang ramah lingkungan. Baki makanan ini bisa dimakan lho! (Foto: dok. Priestman Goode)

Priestman Goode, sebuah studio desain dari Inggris berhasil menciptakan prototipe produk tempat makanan pesawat yang ramah lingkungan. Baki makanan ini bisa dimakan lho! (Foto: dok. Priestman Goode)

Baki makanan ini dibuat dari bahan-bahan alami seperti rumput laut dan gandum. Jadi aman bila dikonsumsi. Pun tidak dikonsumsi, sampahnya akan mudah terurai. (Foto: dok. Priestman Goode)

Baki makanan ini dibuat dari bahan-bahan alami seperti rumput laut dan gandum. Jadi aman bila dikonsumsi. Pun tidak dikonsumsi, sampahnya akan mudah terurai. (Foto: dok. Priestman Goode)

Selain dari rumput laut, tempat makan ini juga menggunakan daun pisang. Sementara sendok plus garpunya terbuat dari kayu kelapa. (Foto: dok. Priestman Goode)

Selain dari rumput laut, tempat makan ini juga menggunakan daun pisang. Sementara sendok plus garpunya terbuat dari kayu kelapa. (Foto: dok. Priestman Goode)

Tempat minumnya juga ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik di dalam penerbangan. (Foto: dok. Priestman Goode)

Tempat minumnya juga ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik di dalam penerbangan. (Foto: dok. Priestman Goode)

Setiap tahunnya, tak kurang 5,7 juta ton sampah plastik dihasilkan di dalam penerbangan. Diharapkan dengan adanya alat ini, traveler jadi lebih cinta terhadap lingkungan. (Foto: dok. Priestman Goode)

Setiap tahunnya, tak kurang 5,7 juta ton sampah plastik dihasilkan di dalam penerbangan. Diharapkan dengan adanya alat ini, traveler jadi lebih cinta terhadap lingkungan. (Foto: dok. Priestman Goode)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA