Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 16 Nov 2019 22:30 WIB

PHOTOS

Foto: Tradisi Mandikan Benda Pusaka Kerajaan di Ciamis

Jakarta - Ciamis punya sebuah ritual membersihkan benda pusaka kerajaan. Benda pusaka ini dimandikan dengan menggunakan air dari 7 mata air.

Jamasan Pusaka merupakan sebuah ritual membersihkan benda pusaka peninggalan jaman dulu dan dianggap memiliki nilai sejarah. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Jamasan Pusaka merupakan sebuah ritual membersihkan benda pusaka peninggalan jaman dulu dan dianggap memiliki nilai sejarah. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Benda seperti keris, pedang, tombak ini tersimpan di museum yang terletak di Pendopo Selagangga Jalan KH Ahmad Dahlan Ciamis. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Benda seperti keris, pedang, tombak ini tersimpan di museum yang terletak di Pendopo Selagangga Jalan KH Ahmad Dahlan Ciamis. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Tradisi yang dilaksanakan Rabu (13/11/2019) ini dihadiri keluarga keturunan Kerjaan Galuh dan Keadipatian Galuh, kabuyutan serta warga mengikuti prosesi tersebut. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Tradisi yang dilaksanakan Rabu (13/11/2019) ini dihadiri keluarga keturunan Kerjaan Galuh dan Keadipatian Galuh, kabuyutan serta warga mengikuti prosesi tersebut. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Prosesi diawali mengeluarkan benda pusaka peninggalan kerjaan galuh dan keadipatian galuh dari museum. Benda pusaka tersebut sebelumnya telah dibawa ke situs makam Jambansari (RAA Koeseomadiningrat) yang merupakan Bupati Galuh.

Prosesi diawali mengeluarkan benda pusaka peninggalan kerjaan galuh dan keadipatian galuh dari museum. Benda pusaka tersebut sebelumnya telah dibawa ke situs makam Jambansari (RAA Koeseomadiningrat) yang merupakan Bupati Galuh.

Kemudian para petugas Jamasan melakukan tugasnya membersihkan benda pusaka tersebut. Air yang digunakan untuk membersihkan menggunakan 7 mata air, antara lain Jambansari, Karangkamulyan, Imbanagara, Cimaragas, Nagaratengah, Cineam dan Tasikmalaya. Juga ditaburi tujuh jenis bunga. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Kemudian para petugas Jamasan melakukan tugasnya membersihkan benda pusaka tersebut. Air yang digunakan untuk membersihkan menggunakan 7 mata air, antara lain Jambansari, Karangkamulyan, Imbanagara, Cimaragas, Nagaratengah, Cineam dan Tasikmalaya. Juga ditaburi tujuh jenis bunga. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Benda pusaka tersebut dimasukan ke dalam air dalam wadah kayu. Lalu digosok menggunakan jeruk nipis, kemudian dikeringkan menggunakan lap kering lalu diberi minyak wangi dan dimasukan kembali ke serangkanya. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Benda pusaka tersebut dimasukan ke dalam air dalam wadah kayu. Lalu digosok menggunakan jeruk nipis, kemudian dikeringkan menggunakan lap kering lalu diberi minyak wangi dan dimasukan kembali ke serangkanya. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Tradisi ini tujuannya untuk menjaga kondisi benda pusaka yang sudah berumur ratusan tahun itu, agar tidak rusak dimakan usia. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Tradisi ini tujuannya untuk menjaga kondisi benda pusaka yang sudah berumur ratusan tahun itu, agar tidak rusak dimakan usia. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Kegiatan ini bukan hanya tradisi seremonial. Namun memiliki filosifi membersihkan diri yakni dengan berdoa dan mendekatkan diri dengan sang pencipta, sekaligus memperingati Maulid Nabi. (Dadang Hermansyah/detikcom)

Kegiatan ini bukan hanya tradisi seremonial. Namun memiliki filosifi membersihkan diri yakni dengan berdoa dan mendekatkan diri dengan sang pencipta, sekaligus memperingati Maulid Nabi. (Dadang Hermansyah/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA