Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Des 2019 21:00 WIB

PHOTOS

Foto: Hotel Ini Sempat Ditinggali Keluarga Bu Ani Hingga Westerling

Yudha Maulana
detikTravel

Cimahi - Ada satu hotel di Cimahi yang sangat bersejarah. Namanya Hotel Tjimahi. Dibangun 1927, keluarga Ani Yudhoyono hingga Raymond Westerling pernah tinggal di sini.

Sebuah hotel di pusat Kota Cimahi punya nilai sejarah yang tinggi. Namanya Hotel Tjimahi. Hotel ini dibangun pada tahun 1927 oleh Nyi Raden Fatimah Singawinata (Yudha Maulana/detikcom)

Sebuah hotel di pusat Kota Cimahi punya nilai sejarah yang tinggi. Namanya Hotel Tjimahi. Hotel ini dibangun pada tahun 1927 oleh Nyi Raden Fatimah Singawinata (Yudha Maulana/detikcom)

Hotel ini bernilai sejarah karena pernah ditinggali oleh keluarga Ani Yudhoyono, hingga pernah jadi tempat persembunyian Raymond Westerling (Yudha Maulana/detikcom)

Hotel ini bernilai sejarah karena pernah ditinggali oleh keluarga Ani Yudhoyono, hingga pernah jadi tempat persembunyian Raymond Westerling (Yudha Maulana/detikcom)

Dari 22 kamar yang tersedia di Hotel Tjimahi, 2 kamar pernah ditinggali keluarga Sarwo Edhi Prabowo, yang tak lain adalah ayah mendiang Ani Yudhoyono. Keluarga Bu Ani tinggal di sini pada tahun 1959 (Yudha Maulana/detikcom)

Dari 22 kamar yang tersedia di Hotel Tjimahi, 2 kamar pernah ditinggali keluarga Sarwo Edhi Prabowo, yang tak lain adalah ayah mendiang Ani Yudhoyono. Keluarga Bu Ani tinggal di sini pada tahun 1959 (Yudha Maulana/detikcom)

Keluarga Bu Ani tinggal sebuah ruangan yang kini dibagi menjadi dua kamar, bernomor 22 dan 21. Ada tangga di dalam kamar, sebagai akses menuju balkon. Adik dari bu Ani, Retno Cahyaningtyas, bahkan lahir di sini (Yudha Maulana/detikcom)

Keluarga Bu Ani tinggal sebuah ruangan yang kini dibagi menjadi dua kamar, bernomor 22 dan 21. Ada tangga di dalam kamar, sebagai akses menuju balkon. Adik dari bu Ani, Retno Cahyaningtyas, bahkan lahir di sini (Yudha Maulana/detikcom)

Sedangkan Raymond Westerling, diketahui pernah tinggal di Hotel Tjimahi sebelum kabur ke Singapura. Dia tinggal di kamar nomor 12. Kamar ini pernah digerebek anggota TNI, tapi Westerling sudah keburu kabur ke Ujung Kulon (Yudha Maulana/detikcom)

Sedangkan Raymond Westerling, diketahui pernah tinggal di Hotel Tjimahi sebelum kabur ke Singapura. Dia tinggal di kamar nomor 12. Kamar ini pernah digerebek anggota TNI, tapi Westerling sudah keburu kabur ke Ujung Kulon (Yudha Maulana/detikcom)

Westerling bisa menginap di sini lewat perantara orang Prancis yang memiliki ikatan khusus dengan Nyi Raden Fatimah. Saat digerebek, Nyi Raden Fatimah ketakutan dan membuang semua atribut yang dimiliki Westerling ke sumur di dapur (Yudha Maulana/detikcom)

Westerling bisa menginap di sini lewat perantara orang Prancis yang memiliki ikatan khusus dengan Nyi Raden Fatimah. Saat digerebek, Nyi Raden Fatimah ketakutan dan membuang semua atribut yang dimiliki Westerling ke sumur di dapur (Yudha Maulana/detikcom)

Hingga saat ini, kamar yang pernah ditinggali Westerling dan Keluarga Bu Ani tak berubah penataannya. Kasur dengan ranjang dari kayu jati masih tertata rapi di dalam kamar bercat hijau muda tersebut (Yudha Maulana/detikcom)

Hingga saat ini, kamar yang pernah ditinggali Westerling dan Keluarga Bu Ani tak berubah penataannya. Kasur dengan ranjang dari kayu jati masih tertata rapi di dalam kamar bercat hijau muda tersebut (Yudha Maulana/detikcom)

Hotel Tjimahi kini dikelola oleh cucu Nyi Raden Fatimah Singawinata bernama Thea GS. Thea mengaku kesulitan untuk mengelola hotel ini karena jumlah pemasukan belum menutupi biaya pengelolaan setiap bulannya (Yudha Maulana/detikcom)

Hotel Tjimahi kini dikelola oleh cucu Nyi Raden Fatimah Singawinata bernama Thea GS. Thea mengaku kesulitan untuk mengelola hotel ini karena jumlah pemasukan belum menutupi biaya pengelolaan setiap bulannya (Yudha Maulana/detikcom)

Pemeliharaan bangunan seluas 3.300 meter persegi dengan arstitektur era kolonial itu cukup berat. Untuk mendapat kucuran dana dari bank juga sulit, karena terganjal di regulasi (Yudha Maulana/detikcom)

Pemeliharaan bangunan seluas 3.300 meter persegi dengan arstitektur era kolonial itu cukup berat. Untuk mendapat kucuran dana dari bank juga sulit, karena terganjal di regulasi (Yudha Maulana/detikcom)

Meski berat, tapi Thea mencoba untuk bertahan. Saat ini, Hotel Tjimahi masih beroperasi dengan jumlah 22 karyawan. Kami coba untuk menjaga keaslian bangunan ini dari depan sampai belakang, pungkas Thea (Yudha Maulana/detikcom)

Meski berat, tapi Thea mencoba untuk bertahan. Saat ini, Hotel Tjimahi masih beroperasi dengan jumlah 22 karyawan. "Kami coba untuk menjaga keaslian bangunan ini dari depan sampai belakang," pungkas Thea (Yudha Maulana/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA