Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Feb 2020 13:20 WIB

PHOTOS

Foto: Taman Bacaan Legendaris Kecintaan Geng 90-an di Cimahi

Whisnu Pradana
detikTravel

Cimahi - Inilah Taman Bacaan Garuda yang hits bagi anak 90-an untuk sewa komik dan buku novel terbaru. Namun tempat ini terancam tutup karena kurangnya peminat.

Namanya Taman Bacaan Garuda, berada di Gang M. Ardjo, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi. (Whisnu Pradana/detikcom)

Namanya Taman Bacaan Garuda, berada di Gang M. Ardjo, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi. (Whisnu Pradana/detikcom)


Rumah ini merupakan milik Suparman Siswodiharjo (70). Dia mengubah rumahnya menjadi taman bacaan. (Whisnu Pradana/detikcom)

Rumah ini merupakan milik Suparman Siswodiharjo (70). Dia mengubah rumahnya menjadi taman bacaan. (Whisnu Pradana/detikcom)


Rumah tersebut dijadikan sebagai taman bacaan oleh sang empunya rumah, sejak tahun 1990-an. Taman Bacaan Garuda namanya. Tempat anak-anak Cimahi zaman dulu menghibur diri usai kesibukannya sebagai pelajar. (Whisnu Pradana/detikcom)

Rumah tersebut dijadikan sebagai taman bacaan oleh sang empunya rumah, sejak tahun 1990-an. Taman Bacaan Garuda namanya. Tempat anak-anak Cimahi zaman dulu menghibur diri usai kesibukannya sebagai pelajar. (Whisnu Pradana/detikcom)


Ribuan judul buku genre fiksi macam novel dan komik-komik berderet dan tersusun rapi pada sebuah rak setinggi 4 meter di dalam rumah ini. (Whisnu Pradana/detikcom)

Ribuan judul buku genre fiksi macam novel dan komik-komik berderet dan tersusun rapi pada sebuah rak setinggi 4 meter di dalam rumah ini. (Whisnu Pradana/detikcom)


Saat ini, mereka yang masih datang ke Taman Bacaan Garuda, kebanyakan remaja-remaja kelahiran 90-an dan juga pelanggannya sejak lama. Sangat jarang pelajar milenial yang datang, bahkan mungkin tidak tahu Taman Bacaan Garuda itu ada. (Whisnu Pradana/detikcom)

Saat ini, mereka yang masih datang ke Taman Bacaan Garuda, kebanyakan remaja-remaja kelahiran 90-an dan juga pelanggannya sejak lama. Sangat jarang pelajar milenial yang datang, bahkan mungkin tidak tahu Taman Bacaan Garuda itu ada. (Whisnu Pradana/detikcom)


Minimnya minat baca masyarakat berimbas pada lesunya kunjungan ke taman bacaan, termasuk Taman Bacaan Garuda. Hingga Suparman memutuskan untuk melepas semua bukunya. Dia tak menyalahkan dampak globalisasi atas meredupnya minat baca. (Whisnu Pradana/detikcom)

Minimnya minat baca masyarakat berimbas pada lesunya kunjungan ke taman bacaan, termasuk Taman Bacaan Garuda. Hingga Suparman memutuskan untuk melepas semua bukunya. Dia tak menyalahkan dampak globalisasi atas meredupnya minat baca. (Whisnu Pradana/detikcom)



Suparman menawarkan keseluruhan koleksinya yang mencapai 20.000 lebih buku seharga Rp 75 juta dengan rata-rata harga per buku Rp 4 ribu. Dirinya berharap ada orang dengan kelebihan harta yang bisa membeli semua koleksinya. (Whisnu Pradana/detikcom)

Suparman menawarkan keseluruhan koleksinya yang mencapai 20.000 lebih buku seharga Rp 75 juta dengan rata-rata harga per buku Rp 4 ribu. Dirinya berharap ada orang dengan kelebihan harta yang bisa membeli semua koleksinya. (Whisnu Pradana/detikcom)


BERITA TERKAIT
BACA JUGA