Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Mei 2020 17:15 WIB

PHOTOS

Ketika Maskapai Tertua Kedua Dunia di Ambang Bangkrut

Kolombia - Maskapai tertua kedua di dunia, Avianca, mengajukan status bangkrut akibat pandemi virus corona. Pengajuan bangkrut dilakukan agar bisa menjaga operasi.

Pesawat Avianca terparkir di bandara Eldorado, Kolombia, Senin (11/5) waktu setempat.

Pesawat Avianca terparkir di bandara Eldorado, Kolombia, Senin (11/5) waktu setempat.

Maskapai tertua kedua di dunia, Avianca, baru mengajukan status bangkrut akibat pandemi virus corona. Maskapai asal Colombia ini mengajukan kebangkrutan agar bisa melindungi dan menjaga operasi selama pandemi masih berlangsung.  

Maskapai tertua kedua di dunia, Avianca, baru mengajukan status bangkrut akibat pandemi virus corona. Maskapai asal Colombia ini mengajukan kebangkrutan agar bisa melindungi dan menjaga operasi selama pandemi masih berlangsung.  

Pengajuan kebangkrutan ini merupakan dampak tak terduga dari pandemi COVID-19.

Pengajuan kebangkrutan ini merupakan dampak tak terduga dari pandemi COVID-19.

Avianca mempekerjakan 21 ribu orang di seluruh kawasan Amerika Latin. Hampir 90 persen negara tempat Avianca beroperasi berada dalam batasan perjalanan total atau sebagian.

Avianca mempekerjakan 21 ribu orang di seluruh kawasan Amerika Latin. Hampir 90 persen negara tempat Avianca beroperasi berada dalam batasan perjalanan total atau sebagian.

CEO Avianca Anko van der Werff mengungkap krisis kali ini menjadi krisis paling menantang bagi perusahaan. Van der Werff mengungkap saat ini Avianca menjadi maskapai tertua di dunia yang masih terus berjalan.  

CEO Avianca Anko van der Werff mengungkap krisis kali ini menjadi krisis paling menantang bagi perusahaan. Van der Werff mengungkap saat ini Avianca menjadi maskapai tertua di dunia yang masih terus berjalan.  

Tampak kantor pusat Avianca di Bogota, Kolombia, sepi.

Tampak kantor pusat Avianca di Bogota, Kolombia, sepi.

Sebelumnya, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan pendapatan bisnis maskapai penerbangan secara global tahun ini berpotensi menguap hingga US$314 miliar atau Rp4.710 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat). Jumlah itu berasal dari seluruh potensi pendapatan maskapai di dunia akibat penyebaran virus corona di tengah aturan pembatasan penerbangan, baik untuk rute domestik dan internasional.  

Sebelumnya, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan pendapatan bisnis maskapai penerbangan secara global tahun ini berpotensi menguap hingga US$314 miliar atau Rp4.710 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat). Jumlah itu berasal dari seluruh potensi pendapatan maskapai di dunia akibat penyebaran virus corona di tengah aturan pembatasan penerbangan, baik untuk rute domestik dan internasional.  

BERITA TERKAIT
BACA JUGA