Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Jul 2020 22:41 WIB

PHOTOS

Potret Peron Stasiun Kereta Jepang yang Disulap Jadi Kebun Anggur

Tokyo - Stasiun kereta di Jepang ditanami anggur pada bagian peronnya. Berikut ini potretnya.

Peron Stasiun Kereta Kota Shiohiri di  Jepang selain digunakan penumpang untuk menunggu kereta, dimanfaatkan pula sebagai lahan menanam anggur. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Peron Stasiun Kereta Kota Shiohiri di  Jepang selain digunakan penumpang untuk menunggu kereta, dimanfaatkan pula sebagai lahan menanam anggur. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Anggur ini mulanya ditanam para karyawan stasiun pada tahun 1988. Namun belakangan kebun ini dirawat oleh asosiasi wisata yang menjadi relawan. Mereka juga mendapatkan bimbingun dari petani anggur. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Anggur ini mulanya ditanam para karyawan stasiun pada tahun 1988. Namun belakangan kebun ini dirawat oleh asosiasi wisata yang menjadi relawan. Mereka juga mendapatkan bimbingun dari petani anggur. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Tujuan menanami peron dengan anggur adalah untuk menarik perhatian penumpang atau wisatawan yang datang ke stasiun kereta itu. Mereka juga ingin mempromosikan anggur yang menjadi komoditas lokal Shiojiri. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Tujuan menanami peron dengan anggur adalah untuk menarik perhatian penumpang atau wisatawan yang datang ke stasiun kereta itu. Mereka juga ingin mempromosikan anggur yang menjadi komoditas lokal Shiojiri. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Anggur yang ditanam di peron stasiun kereta itu adalah jenis Merlot merah dan Niagara putih. Kendati tidak ditanam di lingkungan perkebunan, anggur-anggur di peron stasiun kereta tampak sehat. Tentunya ini berkat kerja keras dari relawan yang merawatnya selama masa pertumbuhan. Tanaman anggur itu sendiri mulai tumbuh sekitar bulan Mei setiap tahunnya. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Anggur yang ditanam di peron stasiun kereta itu adalah jenis Merlot merah dan Niagara putih. Kendati tidak ditanam di lingkungan perkebunan, anggur-anggur di peron stasiun kereta tampak sehat. Tentunya ini berkat kerja keras dari relawan yang merawatnya selama masa pertumbuhan. Tanaman anggur itu sendiri mulai tumbuh sekitar bulan Mei setiap tahunnya. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Pengunjung yang datang ke stasiun kereta ini tak cuma dapat menikmati pemandangan kebun anggur lho. Mereka juga bisa mencicipi wine dari kebun anggur itu. Selama beberapa tahun terakhir, para relawan membuat acara Wine Bar. Acara ini dilaksanakan setiap bulan September. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Pengunjung yang datang ke stasiun kereta ini tak cuma dapat menikmati pemandangan kebun anggur lho. Mereka juga bisa mencicipi wine dari kebun anggur itu. Selama beberapa tahun terakhir, para relawan membuat acara Wine Bar. Acara ini dilaksanakan setiap bulan September. (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Para pemegang tiket kereta dapat menikmati segelas wine gratis. Sementara yang tidak punya harus membayar 140 yen (skeitar Rp 19 ribu) per orang.  Nah kalau masih belum puas, pengunjung juga dapat membeli wine per gelas yang harganya 300 yen  (sektar Rp 41 ribu). Bagi yang tidak minum wine, ada juga jus anggur yang dibanderol 150 yen (Rp 21 ribu). (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Para pemegang tiket kereta dapat menikmati segelas wine gratis. Sementara yang tidak punya harus membayar 140 yen (skeitar Rp 19 ribu) per orang.  Nah kalau masih belum puas, pengunjung juga dapat membeli wine per gelas yang harganya 300 yen  (sektar Rp 41 ribu). Bagi yang tidak minum wine, ada juga jus anggur yang dibanderol 150 yen (Rp 21 ribu). (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Tahun lalu, acara ini dilaksanakan pada 7-27 September. Untuk tahun ini, penyelenggaraan acara itu belum dapat dipastikan karena pandemi Corona masih terjadi.  (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

Tahun lalu, acara ini dilaksanakan pada 7-27 September. Untuk tahun ini, penyelenggaraan acara itu belum dapat dipastikan karena pandemi Corona masih terjadi.  (Foto: Instagram @shiojiritokimeguri)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA