Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 16 Sep 2020 13:52 WIB

PHOTOS

Khidmatnya Perayaan Galungan di Masa PSBB

Pradita Utama
detikTravel

Jakarta - Umat Hindu memperingati Hari Raya Galungan di Pura Dalem Purnajati, Jakarta Utara, Rabu (16/9). Hari Raya Galungan di masa PSBB ini berjalan khidmat.

Umat Hindu beribadah untuk memperingati Hari Raya Galungan di Pura Dalem Purnajati kawasan Jakarta Utara, Rabu (16/9).

Umat Hindu beribadah untuk memperingati Hari Raya Galungan di Pura Dalem Purnajati kawasan Jakarta Utara, Rabu (16/9).

Perayaan Hari Raya Galungan itu berjalan khidmat dan menerapkan protokoler kesehatan.

Perayaan Hari Raya Galungan itu berjalan khidmat dan menerapkan protokoler kesehatan.

Warga yang datang untuk mengikuti sembahyang diwajibkan memakai masker.

Warga yang datang untuk mengikuti sembahyang diwajibkan memakai masker.

Mereka juga harus mencuci tangan.

Mereka juga harus mencuci tangan.

Mereka juga harus menjaga jarak saat sembahyang.

Mereka juga harus menjaga jarak saat sembahyang.

Selain itu sebelum memasuki pura, mereka juga dicek suhu tubuhnya.

Selain itu sebelum memasuki pura, mereka juga dicek suhu tubuhnya.

Saat PSBB ini, jumlah jemaat yang beribadah dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas pura.

Saat PSBB ini, jumlah jemaat yang beribadah dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas pura.

Warga yang belum bisa beribadah Hari Raya Galungan di Pura dapat melakukannya di rumah.

Warga yang belum bisa beribadah Hari Raya Galungan di Pura dapat melakukannya di rumah.

Hari Galungan adalah momen untuk memperingati terciptanya alam semesta. Hari ini juga merupakan hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Sebagai ucapan syukur umat Hindu memberi dan melakukan persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara.

Hari Galungan adalah momen untuk memperingati terciptanya alam semesta. Hari ini juga merupakan hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Sebagai ucapan syukur umat Hindu memberi dan melakukan persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara.

Hari Raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan).

Hari Raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan).

Hari Suci Galungan 2020 dirayakan pada Rabu, 16 September hingga Sabtu, 26 September. Hari Galungan diikuti dengan Hari Raya Kuningan.

Hari Suci Galungan 2020 dirayakan pada Rabu, 16 September hingga Sabtu, 26 September. Hari Galungan diikuti dengan Hari Raya Kuningan.

Sejumlah tradisi dan perayaan yang semarak dilakukan untuk memperingati Hari Galungan. Rangkaian hari raya Galungan meliputi tumpek wariga, sugihan Jawa, sugihan Bali, hari Penyekeban, hari Penyajan, hari Penampahan, hari Raya Galungan, hari Umanis Galungan, hari Pemaridan Guru, ulihan, hari pemacekan agung, hari Kuningan, dan hari pegat wakan.

Sejumlah tradisi dan perayaan yang semarak dilakukan untuk memperingati Hari Galungan. Rangkaian hari raya Galungan meliputi tumpek wariga, sugihan Jawa, sugihan Bali, hari Penyekeban, hari Penyajan, hari Penampahan, hari Raya Galungan, hari Umanis Galungan, hari Pemaridan Guru, ulihan, hari pemacekan agung, hari Kuningan, dan hari pegat wakan.

Hari Galungan dimeriahkan dengan memasang penjor atau bambu hias di tepi jalan.

Hari Galungan dimeriahkan dengan memasang penjor atau bambu hias di tepi jalan.

Orang Bali juga memakai baju adat berupa kebaya yang didominasi warna putih. Mereka pergi beribadah ke pura atau tempat suci keluarga. Para wanita juga menjunjung sajen.

Orang Bali juga memakai baju adat berupa kebaya yang didominasi warna putih. Mereka pergi beribadah ke pura atau tempat suci keluarga. Para wanita juga menjunjung sajen.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA