Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Nov 2020 07:42 WIB

PHOTOS

Foto: Pasar Ampiran Kudus yang Unik dan Jadul

Dian Utoro Aji
detikTravel

Kudus - Di Kudus, ada pasar yang sedang jadi perbincangan traveler. Namanya Pasar Ampiran. Untuk bisa belanja di sini, kamu bisa pakai uang koin kayu. Yuk, lihat!

Beginilah suasana Pasar Ampiran yang unik di Kudus. Pasar ini terletak di Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. Jaraknya sekitar 11 kilometer dari pusat kota Kudus. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Beginilah suasana Pasar Ampiran yang unik di Kudus. Pasar ini terletak di Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. Jaraknya sekitar 11 kilometer dari pusat kota Kudus. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Pasar ini unik karena kesannya yang jadul dan cara transaksinya yang seperti kembali ke tempo dulu. Sebelum berbelanja, traveler harus menukar uang cash dengan menggunakan uang koin terbuat dari kayu. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Pasar ini unik karena kesannya yang jadul dan cara transaksinya yang seperti kembali ke tempo dulu. Sebelum berbelanja, traveler harus menukar uang cash dengan menggunakan uang koin terbuat dari kayu. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Uang tersebut bisa ditukarkan di lokasi masuk Pasar Ampiran. Uang koin yang tersedia mulai dari bertuliskan angka 1 hingga 10. Pengunjung bisa menukarkan uang koin sesukanya. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Uang tersebut bisa ditukarkan di lokasi masuk Pasar Ampiran. Uang koin yang tersedia mulai dari bertuliskan angka 1 hingga 10. Pengunjung bisa menukarkan uang koin sesukanya. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Pasar Ampiran ini baru pertama kali dibuka. Pasar Ampiran ini akan digelar setiap sebulan sekali. Setelah menukar uang, baru traveler bisa berbelanja. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Pasar Ampiran ini baru pertama kali dibuka. Pasar Ampiran ini akan digelar setiap sebulan sekali. Setelah menukar uang, baru traveler bisa berbelanja. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Traveler bisa memakai uang koin itu untuk berbelanja di belasan kios jajanan, dengan berbagai menu tradisional tempo dulu. Mulai dari sego dong jati (nasi daun jati) hingga sego pager mangkok. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Traveler bisa memakai uang koin itu untuk berbelanja di belasan kios jajanan, dengan berbagai menu tradisional tempo dulu. Mulai dari sego dong jati (nasi daun jati) hingga sego pager mangkok. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Rasanya jangan ditanya, tentu saja lezat. Pasar Ampiran ini merupakan rangkaian dari seremonial Kampung Budaya Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Rasanya jangan ditanya, tentu saja lezat. Pasar Ampiran ini merupakan rangkaian dari seremonial Kampung Budaya Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Aneka minuman juga ada di pasar ini. Pasar Ampiran ini juga merupakan program PKK, membuat makanan tradisional yang memiliki unsur ketradisionalan. Dengan adanya pasar ini, diharapkan dapat melestarikan dan mengenal kembali kebudayaan di Lereng Muria Kudus. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Aneka minuman juga ada di pasar ini. Pasar Ampiran ini juga merupakan program PKK, membuat makanan tradisional yang memiliki unsur ketradisionalan. Dengan adanya pasar ini, diharapkan dapat melestarikan dan mengenal kembali kebudayaan di Lereng Muria Kudus. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Di sudut depan Pasar Ampiran terdapat panggung yang menampilkan kesenian tradisional khas dukuh Piji Wetan. Konon katanya budaya di Piji Wetan merupakan warisan dari Sunan Muria. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Di sudut depan Pasar Ampiran terdapat panggung yang menampilkan kesenian tradisional khas dukuh Piji Wetan. Konon katanya budaya di Piji Wetan merupakan warisan dari Sunan Muria. (Dian Utoro Aji/detikTravel)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA