Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Nov 2020 12:00 WIB

PHOTOS

Unik! Ada Tradisi Mendudukan Jenazah di Mamasa

Abdy Febriady
detikTravel

Mamasa - Warga di Mamasa memiliki tradisi unik sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. Tradisi itu dikenal dengan nama Dipatokdang. Penasaran?

Warga Kabupaten Mamasa memiliki tradisi unik sebagai penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. Mereka menggelar Dipatokdang, tradisi ditandai dengan mengatur posisi jenazah keluarga yang baru saja meninggal, sehingga tampak sedang duduk.

Warga Kabupaten Mamasa memiliki tradisi unik sebagai penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. Mereka menggelar Dipatokdang, tradisi ditandai dengan mengatur posisi jenazah keluarga yang baru saja meninggal, sehingga tampak sedang duduk.

Seperti yang berlangsung di Kelurahan Batu Sawah, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Sabtu pagi (21/11/2020). Jenazah Adolvina Latulembang (73 tahun), yang diketahui meninggal pada Jumat subuh (20/11) kemarin. Jenazahnya diatur oleh pihak keluarga, sehingga tampak sedang duduk.

Seperti yang berlangsung di Kelurahan Batu Sawah, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Sabtu pagi (21/11/2020). Jenazah Adolvina Latulembang (73 tahun), yang diketahui meninggal pada Jumat subuh (20/11) kemarin. Jenazahnya diatur oleh pihak keluarga, sehingga tampak sedang duduk.

Tidak hanya itu, jenazah yang mengenakan pakaian adat juga didandani, kemudian ditempatkan di ruang tamu, dalam bilik menyerupai pelaminan, sehingga tampak sedang tersenyum kepada keluarga yang berdatangan untuk melayat.

Tidak hanya itu, jenazah yang mengenakan pakaian adat juga didandani, kemudian ditempatkan di ruang tamu, dalam bilik menyerupai pelaminan, sehingga tampak sedang tersenyum kepada keluarga yang berdatangan untuk melayat.

Tradisi dipatokdang berlangsung sehari semalam. Selama dipatokdang berlangsung, warga meyakini keluarga mereka belum meninggal, namun sedang sakit. Tetua kampung, Buro Linggi mengatakan setelah prosesi dipatokdang usai, jenazah akan kembali ditidurkan dan dimasukkan ke dalam peti kayu.

Tradisi dipatokdang berlangsung sehari semalam. Selama dipatokdang berlangsung, warga meyakini keluarga mereka belum meninggal, namun sedang sakit. Tetua kampung, Buro Linggi mengatakan setelah prosesi dipatokdang usai, jenazah akan kembali ditidurkan dan dimasukkan ke dalam peti kayu.

Sebelum dipatokdang usai dan jenazah dibaringkan, pihak keluarga diwajibkan menyembelih seekor kerbau.

Sebelum dipatokdang usai dan jenazah dibaringkan, pihak keluarga diwajibkan menyembelih seekor kerbau.

Setelah jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu, prosesi pemakaman tidak langsung dilakukan. Menunggu keputusan pihak keluarga, terkait waktu pemakaman.

Setelah jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu, prosesi pemakaman tidak langsung dilakukan. Menunggu keputusan pihak keluarga, terkait waktu pemakaman.

Pada hari ini sudah dipotong kerbau satu ekor namanya pabbambangan, setelah itu acaranya maleppo kayu untuk menyimpan mayat selama ada di atas rumah,  ungkap Buro.

"Pada hari ini sudah dipotong kerbau satu ekor namanya pabbambangan, setelah itu acaranya maleppo kayu untuk menyimpan mayat selama ada di atas rumah, " ungkap Buro.

Diketahui, tradisi dipatokdang hanya dilakukan untuk warga yang dianggap sebagai keturunan bangsawan, dan memiliki ekonomi ini untuk memenuhi sejumlah persyaratan, diantaranya menyembelih sejumlah kerbau. Nah itu dia traveler, tradisi dipatokdang yang unik di Mamasa, Sulawesi Barat.

Diketahui, tradisi dipatokdang hanya dilakukan untuk warga yang dianggap sebagai keturunan bangsawan, dan memiliki ekonomi ini untuk memenuhi sejumlah persyaratan, diantaranya menyembelih sejumlah kerbau. Nah itu dia traveler, tradisi dipatokdang yang unik di Mamasa, Sulawesi Barat.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA