Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Des 2020 05:21 WIB

PHOTOS

Batu Kuda dan Kisah Mistisnya

Siti Fatimah
detikTravel

Bandung - Situs Batu kuda merupakan salah satu tempat wisata di Bandung Timur. Diyakini bermula dari kuda terbang dan kini lekat dengan kisah mistis.

Situs batu kuda berada di Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Siti Fatimah/detikTravel)

Situs batu kuda berada di Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Siti Fatimah/detikTravel)

Situs batu kuda ini merupakan peninggalan agama pra-Islam dengan perwujudan seekor kuda yang menjadi tunggangan Prabu Layang Kusuma dan permaisurinya, Ratu Layang Sari. (Siti Fatimah/detikTravel)

Situs batu kuda ini merupakan peninggalan agama pra-Islam dengan perwujudan seekor kuda yang menjadi tunggangan Prabu Layang Kusuma dan permaisurinya, Ratu Layang Sari. (Siti Fatimah/detikTravel)

Kuda terbang tersebut berasal dari gunung Kidul dan bernama kuda Semprani yang sedang melintasi gunung Manglayang dari arah Cirebon menuju Banten. (Siti Fatimah/detikTravel)

Kuda terbang tersebut berasal dari gunung Kidul dan bernama kuda Semprani yang sedang melintasi gunung Manglayang dari arah Cirebon menuju Banten. (Siti Fatimah/detikTravel)

Di tengah perjalanan, kuda tersebut terperosok di sebuah area yang tidak jauh dari titik sanghiyang (kaki gunung). Ia terperosok yang begitu dalam sehingga hanya separuh badannya saja yang terliha. (Siti Fatimah/detikTravel)

Di tengah perjalanan, kuda tersebut terperosok di sebuah area yang tidak jauh dari titik sanghiyang (kaki gunung). Ia terperosok yang begitu dalam sehingga hanya separuh badannya saja yang terliha. (Siti Fatimah/detikTravel)

Kemudian, kini kudang tersebut menjelma dalam wujud baru. Dari bentuk batu yang tampak, kuda tersebut mencoba membebaskan diri kubangan namun tidak mampu. Kubangan sang kuda Semprani saat ini dikenal dengan nama Batu Kuda. (Siti Fatimah/detikTravel)

Kemudian, kini kudang tersebut menjelma dalam wujud baru. Dari bentuk batu yang tampak, kuda tersebut mencoba membebaskan diri kubangan namun tidak mampu. Kubangan sang kuda Semprani saat ini dikenal dengan nama Batu Kuda. (Siti Fatimah/detikTravel)

Keberadaan Batu Kuda itu juga lekat dengan mitos. Menurut Abah Epen, juru kunci Batu Kuda mengatakan, pada 3-4 tahun lalu terdapat beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar masyarakat. Misalnya, setiap hari Senin dan Kamis para pendaki atau siapapun dilarang memasuki area Gunung Manglayang karena pada saat itu dipercaya sebagai hari berkumpulnya para leluhur (ruh). Jika mendaki tidak boleh dalam jumlah orang bilangan ganjil. (Siti Fatimah/detikTravel)

Keberadaan Batu Kuda itu juga lekat dengan mitos. Menurut Abah Epen, juru kunci Batu Kuda mengatakan, pada 3-4 tahun lalu terdapat beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar masyarakat. Misalnya, setiap hari Senin dan Kamis para pendaki atau siapapun dilarang memasuki area Gunung Manglayang karena pada saat itu dipercaya sebagai hari berkumpulnya para leluhur (ruh). Jika mendaki tidak boleh dalam jumlah orang bilangan ganjil. (Siti Fatimah/detikTravel)

Kini, pengunjung boleh ke Manglayang kapanpun, termasuk hari Senin dan Kamis. Selain itu, diperbolehkan dalam hitungan ganjil. (Siti Fatimah/detikTravel)

Kini, pengunjung boleh ke Manglayang kapanpun, termasuk hari Senin dan Kamis. Selain itu, diperbolehkan dalam hitungan ganjil. (Siti Fatimah/detikTravel)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA