Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 19 Des 2020 10:02 WIB

PHOTOS

Melihat Pembuatan Kain Tenun Khas Suku Umamae Malaka

Grandyos Zafna
detikTravel

Motamasin - Kain tenun menjadi salah satu ciri khas dari daerah Nusa Tenggara Timur. Suku Umamae Malaka pun memiliki motif tenun yang dinamakan Futus dan Taesmaneh.

Mama Consertia Nabe (60) dan anaknya Sesilya Abuk (42) tengah membuat kain tenun khas suku Umamae, Kabupaten Malaka, Timor Tengah Selatan, NTT.

Mama Consertia Nabe (60) dan anaknya Sesilya Abuk (42) tengah membuat kain tenun khas suku Umamae, Kabupaten Malaka, Timor Tengah Selatan, NTT.

Seperti diketahui, kain tenun menjadi salah satu ciri khas dari daerah Nusa Tenggara Timur.

Seperti diketahui, kain tenun menjadi salah satu ciri khas dari daerah Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah daerah di NTT pun diketahui memiliki beragam motif kain tenun.

Sejumlah daerah di NTT pun diketahui memiliki beragam motif kain tenun.

Seperti halnya Suku Umamae di Kabupaten Malaka yang memiliki motif Futus dan Taesmaneh.

Seperti halnya Suku Umamae di Kabupaten Malaka yang memiliki motif Futus dan Taesmaneh.

Motif Futus digunakan untuk para perempuan.

Motif Futus digunakan untuk para perempuan.

Sementara motif Taesmaneh digunakan untuk para laki-laki.

Sementara motif Taesmaneh digunakan untuk para laki-laki.

Kebanyakan warga di Suku Umamae membuat kain tenun tersebut untuk dipakai sendiri.

Kebanyakan warga di Suku Umamae membuat kain tenun tersebut untuk dipakai sendiri.

Kain tersebut biasanya digunakan untuk acara pesta pernikahan maupun kematian.

Kain tersebut biasanya digunakan untuk acara pesta pernikahan maupun kematian.

Proses pembuatan kain tenun ini pun masih dilakukan secara tradisional. Namun, saat ini pewarnaan kain tenun tersebut diketahui sudah tidak lagi menggunakan pewarna alami. detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com!

Proses pembuatan kain tenun ini pun masih dilakukan secara tradisional. Namun, saat ini pewarnaan kain tenun tersebut diketahui sudah tidak lagi menggunakan pewarna alami. detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA