Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 01 Jan 2021 05:33 WIB

PHOTOS

Foto: Gereja Unik di Sentani, Salibnya di Dalam Tempayan

Hari Suroto
detikTravel

Hari Suroto - Di Sentani, Papua ada gereja unik yang lain dari biasanya. Salib di gereja ini diletakkan di dalam tempayan. Ada alasan mengapa hal itu dilakukan. Mari lihat!

Di Papua, tepatnya di Kampung Abar, Sentani, ada sebuah gereja unik yang memadukan desain Eropa dan lokal. Lebih uniknya lagi, kayu salib gereja ini ditempatkan di dalam tempayan. (Hari Suroto/Istimewa)

Di Papua, tepatnya di Kampung Abar, Sentani, ada sebuah gereja unik yang memadukan desain Eropa dan lokal. Lebih uniknya lagi, kayu salib gereja ini ditempatkan di dalam tempayan. (Hari Suroto/Istimewa)

Gereja ini dinamakan Gereja GKI Ararat. Keunikan gereja ini, di halaman gereja terdapat sebuah tugu salib di dalam tempayan berukuran besar. Tempayan yang terdapat salib di dalamnya, menggambarkan tempayan sebagai tempat menyimpan sagu yang digunakan masyarakat Kampung Abar sejak zaman nenek moyang. (Hari Suroto/Istimewa)

Gereja ini dinamakan Gereja GKI Ararat. Keunikan gereja ini, di halaman gereja terdapat sebuah tugu salib di dalam tempayan berukuran besar. Tempayan yang terdapat salib di dalamnya, menggambarkan tempayan sebagai tempat menyimpan sagu yang digunakan masyarakat Kampung Abar sejak zaman nenek moyang. (Hari Suroto/Istimewa)

Selain itu, di dalam gereja juga terdapat mimbar tempayan yang berbentuk gerabah. Tempayan ini adalah tempayan keramat, pada masa lalu digunakan untuk menyimpan tepung sagu.  (Hari Suroto/Istimewa)

Selain itu, di dalam gereja juga terdapat mimbar tempayan yang berbentuk gerabah. Tempayan ini adalah tempayan keramat, pada masa lalu digunakan untuk menyimpan tepung sagu.  (Hari Suroto/Istimewa)

Setiap bulan September di Kampung Abar diselenggarakan Festival Makan Papeda dalam Gerabah. Masyarakat Kampung Abar hidupnya tidak terlepas dari sagu. Nilai filosofis salib di tempayan yaitu salib sebagai sumber kehidupan. (Hari Suroto/Istimewa)

Setiap bulan September di Kampung Abar diselenggarakan Festival Makan Papeda dalam Gerabah. Masyarakat Kampung Abar hidupnya tidak terlepas dari sagu. Nilai filosofis salib di tempayan yaitu salib sebagai sumber kehidupan. (Hari Suroto/Istimewa)

Kampung Abar terkenal sebagai satu-satunya kampung yang masyarakatnya masih eksis membuat gerabah di Papua. Menurut kepercayaan setempat, jika tepung sagu di dalam tempayan habis, mereka bukan mengisinya lagi dengan tepung sagu yang baru, tetapi hanya menaruh sebuah bulu burung, tiba-tiba di dalam tempayan akan terisi tepung sagu dengan sendirinya. (Hari Suroto/Istimewa)

Kampung Abar terkenal sebagai satu-satunya kampung yang masyarakatnya masih eksis membuat gerabah di Papua. Menurut kepercayaan setempat, jika tepung sagu di dalam tempayan habis, mereka bukan mengisinya lagi dengan tepung sagu yang baru, tetapi hanya menaruh sebuah bulu burung, tiba-tiba di dalam tempayan akan terisi tepung sagu dengan sendirinya. (Hari Suroto/Istimewa)

Tempayan besar tersebut masih tetap dipertahankan hingga kini namun bukan bulu burung lagi yang ditaruh di tempayan, melainkan diganti dengan salib. Pada waktu itu masyarakat setempat belum mengenal Tuhan, sekarang setelah mengenal agama, tempayan itu diisi salib. (Hari Suroto/Istimewa)

Tempayan besar tersebut masih tetap dipertahankan hingga kini namun bukan bulu burung lagi yang ditaruh di tempayan, melainkan diganti dengan salib. Pada waktu itu masyarakat setempat belum mengenal Tuhan, sekarang setelah mengenal agama, tempayan itu diisi salib. (Hari Suroto/Istimewa)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA