Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 17 Jan 2021 05:38 WIB

PHOTOS

5 Negara Wisatanya Rugi Banget Gegara Corona

Pool
detikTravel

Jakarta - Virus Corona menyebabkan pariwisata di dunia terdampak. Berikut 5 negara yang sangat merugi karena pandemi virus Corona

Amerika Serikat menduduki urutan pertama dengan kerugian pariwisata sebesar USD 147,245 juta. Banyak negara yang sudah membatasi perjalanan ke negara ini. (iStock)

Amerika Serikat menduduki urutan pertama dengan kerugian pariwisata sebesar USD 147,245 juta. Banyak negara yang sudah membatasi perjalanan ke negara ini. (iStock)

Spanyol menderita kerugian sebesar USD 46,707 juta. Negara ini sudah kembali buka untuk wisatawan dari Uni Eropa namun masih ditutup untuk sebagian besar wisatawan asing. (Youtube)

Spanyol menderita kerugian sebesar USD 46,707 juta. Negara ini sudah kembali buka untuk wisatawan dari Uni Eropa namun masih ditutup untuk sebagian besar wisatawan asing. (Youtube)

 Prancis sempat menjadi negara yang paling banyak didatangi di dunia. Kerugian pariwisatanya mencapai USD 42,036 juta. (AP Photo)

 Prancis sempat menjadi negara yang paling banyak didatangi di dunia. Kerugian pariwisatanya mencapai USD 42,036 juta. (AP Photo)

Perlahan, Thailand telah membuka kembali gerbang mereka untuk turis asing. Negara ini telah alami kerugian pariwisata sebesar USD 37,504 juta (Elsa/dTraveler)

Perlahan, Thailand telah membuka kembali gerbang mereka untuk turis asing. Negara ini telah alami kerugian pariwisata sebesar USD 37,504 juta (Elsa/d'Traveler)

Turis di jembatan Eiserner Steg, di Frankfurt sebelum pandemi.Jerman mendapati kerugian pariwisata sebesar USD 34,641 juta dari Januari-Oktober 2020. Jerman tetap tutup untuk banyak wisatawan dri negara tertentu. (Dadan Kuswaraharja/detikcom)

Turis di jembatan Eiserner Steg, di Frankfurt sebelum pandemi.Jerman mendapati kerugian pariwisata sebesar USD 34,641 juta dari Januari-Oktober 2020. Jerman tetap tutup untuk banyak wisatawan dri negara tertentu. (Dadan Kuswaraharja/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA