Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Mar 2021 20:40 WIB

PHOTOS

Foto: Suku Bauzi di Papua yang Hobi Berburu Buaya

Hari Suroto
detikTravel

Mamberamo - Di Papua, hidup suku Bauzi yang pemberani. Disebut pemberani karena laki-laki suku Bauzi gemar berburu buaya. Seperti apa potretnya?

Inilah pria suku Bauzi yang dikenal pemberani. Mereka gemar berburu buaya di Sungai Mamberamo yang menjadi habitat alami buaya Papua. Suku Bauzi di Mamberamo Raya terkenal sejak lama sebagai suku pemburu buaya dan ular. (Hari Suroto/Istimewa)
Inilah pria suku Bauzi yang dikenal pemberani. Mereka gemar berburu buaya di Sungai Mamberamo yang menjadi habitat alami buaya Papua. Suku Bauzi di Mamberamo Raya terkenal sejak lama sebagai suku pemburu buaya dan ular. (Hari Suroto/Istimewa)
Sungai Mamberamo dipotret dari jendela pesawat nampak berkelok-kelok, meliuk-liuk seperti ular yang sedang berjalan. Sungai ini menjadi sarana transportasi dan sumber kehidupan bagi suku Bauzi, yang bermukim di tepi sungai ini. (Hari Suroto/Istimewa)
Sungai Mamberamo dipotret dari jendela pesawat nampak berkelok-kelok, meliuk-liuk seperti ular yang sedang berjalan. Sungai ini menjadi sarana transportasi dan sumber kehidupan bagi suku Bauzi, yang bermukim di tepi sungai ini. (Hari Suroto/Istimewa)
Suku Bauzi berburu buaya dengan cara tradisional. Pria suku Bauzi akan merajut dan menjalin tali yang terbuat dari serat pohon melinjo yang terkenal kuat. Tali ini dibuat seperti tali laso. Setelah tali siap, mereka lalu berperahu ke bagian sungai yang jadi sarang buaya. (CNN)
Suku Bauzi berburu buaya dengan cara tradisional. Pria suku Bauzi akan merajut dan menjalin tali yang terbuat dari serat pohon melinjo yang terkenal kuat. Tali ini dibuat seperti tali laso. Setelah tali siap, mereka lalu berperahu ke bagian sungai yang jadi sarang buaya. (CNN)
Pria Suku Bauzi kemudian akan berenang dan mencari bayangan buaya di dasar sungai. Jika ada, dengan hati-hati, ia menyelam dan mendekati buaya dari belakang. Kemudian ia akan berenang ke arah kepala buaya untuk memastikan apakah matanya terbuka atau tertutup. Jika terbuka, maka ia akan mundur secepatnya, berarti itu bahaya. Namun jika tertutup, secepat mungkin, ia akan melingkarkan tali di moncong buaya dan kedua kaki buaya. (Hari Suroto/Istimewa)
Pria Suku Bauzi kemudian akan berenang dan mencari bayangan buaya di dasar sungai. Jika ada, dengan hati-hati, ia menyelam dan mendekati buaya dari belakang. Kemudian ia akan berenang ke arah kepala buaya untuk memastikan apakah matanya terbuka atau tertutup. Jika terbuka, maka ia akan mundur secepatnya, berarti itu bahaya. Namun jika tertutup, secepat mungkin, ia akan melingkarkan tali di moncong buaya dan kedua kaki buaya. (Hari Suroto/Istimewa)
Bagi Suku Bauzi, daging buaya dan ular adalah makanan terbaik di dunia. Rasanya sangat lezat, lembut dan gurih. Daging buaya dan ular biasanya dimasak dengan cara dipanggang, kemudian dimakan bersama sagu, bakaran pisang atau sukun.  (Hari Suroto/Istimewa)
Bagi Suku Bauzi, daging buaya dan ular adalah makanan terbaik di dunia. Rasanya sangat lezat, lembut dan gurih. Daging buaya dan ular biasanya dimasak dengan cara dipanggang, kemudian dimakan bersama sagu, bakaran pisang atau sukun.  (Hari Suroto/Istimewa)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA