Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Apr 2021 20:40 WIB

PHOTOS

Foto: New Zealand ala Sumatera Barat

Jeka Kampai
detikTravel

Kabupaten 50 Kota - Sumatera Barat ternyata punya padang rumput seindah di New Zealand. Traveler bisa melihat sapi-sapi makan dengan bebas di Padang Manggateh. Begini potretnya:

Tak perlu harus jauh-jauh ke New Zealand untuk melihat pemandangan padang rumput luas nan hijau. Di Sumbar juga ada, cukup datang ke Padang Mengatas (orang Padang mengenalnya dengan Padang Manggateh) di Kabupaten 50 Kota. (Jeka Kampai/detikTravel)

Tak perlu harus jauh-jauh ke New Zealand untuk melihat pemandangan padang rumput luas nan hijau. Di Sumbar juga ada, cukup datang ke Padang Mengatas (orang Padang mengenalnya dengan Padang Manggateh) di Kabupaten 50 Kota. (Jeka Kampai/detikTravel)

Padang Manggateh bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3 jam-an dari Padang. Tapi kalau starting point-nya dimulai dari Kota Bukittinggi atau Payakumbuh, tentu lebih dekat lagi. Sapi-sapi bebas makan di sini. (Jeka Kampai/detikTravel)

Padang Manggateh bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3 jam-an dari Padang. Tapi kalau starting point-nya dimulai dari Kota Bukittinggi atau Payakumbuh, tentu lebih dekat lagi. Sapi-sapi bebas makan di sini. (Jeka Kampai/detikTravel)

Padang Manggateh sebenarnya adalah Balai pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana teknis pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI. (Jeka Kampai/detikTravel)

Padang Manggateh sebenarnya adalah Balai pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana teknis pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI. (Jeka Kampai/detikTravel)

Di peternakan ini terdapat 1.300 ekor lebih sapi. Jenis sapi yang ada mayoritas adalah sapi Simmental, Limousin, Pesisir dan terdapat beberapa populasi Belgian Blue. (Jeka Kampai/detikTravel)

Di peternakan ini terdapat 1.300 ekor lebih sapi. Jenis sapi yang ada mayoritas adalah sapi Simmental, Limousin, Pesisir dan terdapat beberapa populasi Belgian Blue. (Jeka Kampai/detikTravel)

Sapi-sapi yang bebas berkeliaran di sepanjang padang rumput itulah yang membuat pemandangannya menjadi asyik. Keindahan rumput hijau bersatu dengan langit biru yang luas, ditemani sensasi udara sejuk di kaki Gunung Sago, benar-benar menjadikan lokasi ini tempat yang pas melepas penat. (Jeka Kampai/detikTravel)

Sapi-sapi yang bebas berkeliaran di sepanjang padang rumput itulah yang membuat pemandangannya menjadi asyik. Keindahan rumput hijau bersatu dengan langit biru yang luas, ditemani sensasi udara sejuk di kaki Gunung Sago, benar-benar menjadikan lokasi ini tempat yang pas melepas penat. (Jeka Kampai/detikTravel)

Di sini ada rumah tempat peristirahatan Bung Hatta. Untuk menjelajah lokasi ini bisa dengan berkendaraan. Tapi akan lebih seru jika menggunakan sepeda, atau berjalan kaki sekalian. Pasti makin seru! (Jeka Kampai/detikTravel)

Di sini ada rumah tempat peristirahatan Bung Hatta. Untuk menjelajah lokasi ini bisa dengan berkendaraan. Tapi akan lebih seru jika menggunakan sepeda, atau berjalan kaki sekalian. Pasti makin seru! (Jeka Kampai/detikTravel)

Selain itu, ada juga Puncak Jokowi, karena di sana terdapat pohon yang pernah ditanam Presiden Jokowi saat berkunjung 0ktober 2015 lalu. (Jeka Kampai/detikTravel)

Selain itu, ada juga Puncak Jokowi, karena di sana terdapat pohon yang pernah ditanam Presiden Jokowi saat berkunjung 0ktober 2015 lalu. (Jeka Kampai/detikTravel)

Peternakan ini merupakan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang dibangun pada 1916. Padang Mengatas pernah menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi pusat pembelajaran peternakan dari negara tetangga. (Jeka Kampai/detikTravel)
Peternakan ini merupakan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang dibangun pada 1916. Padang Mengatas pernah menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi pusat pembelajaran peternakan dari negara tetangga. (Jeka Kampai/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA