Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Jul 2021 21:17 WIB

PHOTOS

Suka Cita Anak Muda di Inggris Rayakan 'Kemerdekaan' dari Corona

AP Photo
detikTravel

Inggris - Inggris longgarkan pembatasan COVID-19 pada Senin (19/7) kemarin. Dilonggarkannya pembatasan aktivitas itu dinilai sebagai 'hari kebebasan' bagi warga Inggris.

Begini suasana di salah satu kelab malam London saat Inggris melonggarkan pembatasan COVID-19 pada Senin (19/7) kemarin. AP Photo/Alberto Pezzali.

Begini suasana di salah satu kelab malam London saat Inggris melonggarkan pembatasan COVID-19 pada Senin (19/7) kemarin. AP Photo/Alberto Pezzali.

Foto: AP Sejumlah anak muda pun ramai-ramai mendatangi kelab malam di London untuk berpesta merayakan hari kebebasan usai pembatasan COVID-19 dilonggarkan. AP Photo/Alberto Pezzali.

Foto: AP Sejumlah anak muda pun ramai-ramai mendatangi kelab malam di London untuk berpesta merayakan 'hari kebebasan' usai pembatasan COVID-19 dilonggarkan. AP Photo/Alberto Pezzali.

Seperti diketahui, Inggris melonggarkan pembatasan COVID-19 di negaranya pada Senin (19/7) kemarin. Dilonggarkannya pembatasan COVID-19 di kawasan Inggris membuat kelab malam dapat kembali beroperasi penuh.  AP Photo/Alberto Pezzali.

Seperti diketahui, Inggris melonggarkan pembatasan COVID-19 di negaranya pada Senin (19/7) kemarin. Dilonggarkannya pembatasan COVID-19 di kawasan Inggris membuat kelab malam dapat kembali beroperasi penuh.  AP Photo/Alberto Pezzali.

Perayaan dilonggarkannya pembatasan COVID-19 di Inggris itu pun dilakukan oleh para anak muda di berbagai kawasan Negara Ratu Elizabeth II itu. AP Photo/Ioannis Alexopoulos.

Perayaan dilonggarkannya pembatasan COVID-19 di Inggris itu pun dilakukan oleh para anak muda di berbagai kawasan Negara Ratu Elizabeth II itu. AP Photo/Ioannis Alexopoulos.

Mereka menyerbu kelab malam untuk berpesta merayakan apa yang mereka sebut sebagai kemerdekaan atas Corona. Dikutip dari SCMP, Inggris menjadi salah satu negara dengan laporan korban tewas akibat COVID-19 tertinggi dunia usai menghadapi gelombang baru Corona, Namun, Perdana Menteri Boris Johnson bersikeras mencabut sebagian besar pembatasan COVID-19 di Inggris. AP Photo/Alberto Pezzali.

Mereka menyerbu kelab malam untuk berpesta merayakan apa yang mereka sebut sebagai 'kemerdekaan' atas Corona. Dikutip dari SCMP, Inggris menjadi salah satu negara dengan laporan korban tewas akibat COVID-19 tertinggi dunia usai menghadapi gelombang baru Corona, Namun, Perdana Menteri Boris Johnson bersikeras mencabut sebagian besar pembatasan COVID-19 di Inggris. AP Photo/Alberto Pezzali.

Para pakar epidemiologi menilai dicabutnya pembatasan COVID-19 tidak tepat dilakukan saat ini. Meski begitu, banyak remaja yang sudah menjalani aturan lockdown selama lebih dari satu setengah tahun ingin segera kembali ke hidup normal, termasuk menghadiri pesta. AP Photo/Alberto Pezzali.

Para pakar epidemiologi menilai dicabutnya pembatasan COVID-19 tidak tepat dilakukan saat ini. Meski begitu, banyak remaja yang sudah menjalani aturan lockdown selama lebih dari satu setengah tahun ingin segera kembali ke hidup normal, termasuk menghadiri pesta. AP Photo/Alberto Pezzali.

Meski beberapa di antara mereka bersenang-senang, tidak sedikit yang juga khawatir soal gelombang kasus baru COVID-19. Pasalnya, hampir 50.000 kasus baru COVID-19 tercatat di Inggris per hari Minggu (18/7/2021). AP Photo/Alberto Pezzali.

Meski beberapa di antara mereka bersenang-senang, tidak sedikit yang juga khawatir soal gelombang kasus baru COVID-19. Pasalnya, hampir 50.000 kasus baru COVID-19 tercatat di Inggris per hari Minggu (18/7/2021). AP Photo/Alberto Pezzali.

Sementara itu, setelah melakukan vaksinasi dengan cakupan lebih besar dibandingkan hampir semua negara Eropa lainnya, Boris Johnson menilai Inggris akan segera kembali membuka pembatasan lebih luas. Sebab, orang yang sudah menerima vaksin COVID-19, cenderung tidak mengalami gejala COVID-19 parah. AP Photo/Alberto Pezzali.

Sementara itu, setelah melakukan vaksinasi dengan cakupan lebih besar dibandingkan hampir semua negara Eropa lainnya, Boris Johnson menilai Inggris akan segera kembali membuka pembatasan lebih luas. Sebab, orang yang sudah menerima vaksin COVID-19, cenderung tidak mengalami gejala COVID-19 parah. AP Photo/Alberto Pezzali.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA