Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 07 Agu 2021 10:10 WIB

PHOTOS

UNESCO Larang RI Lanjutkan Proyek Pulau Rinca

Dok.Detikcom
detikTravel

Jakarta - UNESCO meminta pembangunan yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo untuk disetop. Ada beberapa alasan mendesak terkait rekomendasi ini.

UNESCO melalui World Heritage Center (WHC) meminta agar proyek pembangunan di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo disetop. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wiratno bersikukuh proyek bakal jalan terus.dok HAP/Instagram

UNESCO melalui World Heritage Center (WHC) meminta agar proyek pembangunan di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo disetop. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wiratno bersikukuh proyek bakal jalan terus.dok HAP/Instagram

UNESCO menyampaikan tuntutan itu dalam sidang ke-44 WHC yang dilaksanakan secara virtual pada akhir Juli 2021. Mereka menyebut pembangunan di Pulau Rinca bakal menjadi ancaman bagi nilai universal luar biasa (OUV) di TN Komodo. dok HAP/Instagram

UNESCO menyampaikan tuntutan itu dalam sidang ke-44 WHC yang dilaksanakan secara virtual pada akhir Juli 2021. Mereka menyebut pembangunan di Pulau Rinca bakal menjadi ancaman bagi nilai universal luar biasa (OUV) di TN Komodo. dok HAP/Instagram

Taman Nasional Komodo merupakan habitat satwa Komodo (Varanus komodoensis) yang merupakan kadal terbesar di dunia dan endemik di Indonesia. Keberadaan satwa Komodo di kawasan tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Taman Nasional Komodo.AFP/ROMEO GACAD

Taman Nasional Komodo merupakan habitat satwa Komodo (Varanus komodoensis) yang merupakan kadal terbesar di dunia dan endemik di Indonesia. Keberadaan satwa Komodo di kawasan tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Taman Nasional Komodo.AFP/ROMEO GACAD

TN Komodo memang merupakan habitat komodo (Varanus komodoensis) yang merupakan kadal terbesar di dunia dan satwa endemik di Indonesia. Komodo merupakan daya tarik utama kawasan wisata di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. dok HAP/Instagram

TN Komodo memang merupakan habitat komodo (Varanus komodoensis) yang merupakan kadal terbesar di dunia dan satwa endemik di Indonesia. Komodo merupakan daya tarik utama kawasan wisata di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. dok HAP/Instagram

Suasana permukiman Suku Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.Wilayah daratan Taman Nasional Komodo memiliki vegetasi berupa padang rumput dan hutan savana (70 %), hutan gugur terbuka (25%) dan sisanya adalah hutan kuasi awan dan hutan mangrove. Sedangkan wilayah perairannya memiliki ekosistem terumbu karang dan padang lamun yang merupakan rumah bagi berbagai jenis biota laut dan tempat pemijahan ikan. Dikhy Sasra/detikcom

Suasana permukiman Suku Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.Wilayah daratan Taman Nasional Komodo memiliki vegetasi berupa padang rumput dan hutan savana (70 %), hutan gugur terbuka (25%) dan sisanya adalah hutan kuasi awan dan hutan mangrove. Sedangkan wilayah perairannya memiliki ekosistem terumbu karang dan padang lamun yang merupakan rumah bagi berbagai jenis biota laut dan tempat pemijahan ikan. Dikhy Sasra/detikcom

Wilayah daratan Taman Nasional Komodo memiliki vegetasi berupa padang rumput dan hutan savana (70 %), hutan gugur terbuka (25%) dan sisanya adalah hutan kuasi awan dan hutan mangrove.Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikcom

Wilayah daratan Taman Nasional Komodo memiliki vegetasi berupa padang rumput dan hutan savana (70 %), hutan gugur terbuka (25%) dan sisanya adalah hutan kuasi awan dan hutan mangrove.Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikcom

Kekhawatiran UNESCO tentang pembangunan di Pulau Rinca mengancam OUV tidak terbukti. Dia mengklaim pembangunan di Resor Loh Buaya, Pulau Rinca tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap OUV TN Komodo yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO itu. Dikhy Sasra/detikcom

Kekhawatiran UNESCO tentang pembangunan di Pulau Rinca mengancam OUV tidak terbukti. Dia mengklaim pembangunan di Resor Loh Buaya, Pulau Rinca tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap OUV TN Komodo yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO itu. Dikhy Sasra/detikcom

Konvensi Komite Warisan Dunia UNESCO mengeluarkan rekomendasi yang berisi permintaan untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur di Taman Nasional Komodo. Dadan Kuswaharja/detikcom

Konvensi Komite Warisan Dunia UNESCO mengeluarkan rekomendasi yang berisi permintaan untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur di Taman Nasional Komodo. Dadan Kuswaharja/detikcom

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat angkat bicara. Dikutip detikTravel dari Antara, Rabu (4/8/2021), orang nomor satu di NTT itu berujar kalau semua yang dilakukan pemerintah adalah untuk wisatawan.Florianus Nandi/Istimewa

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat angkat bicara. Dikutip detikTravel dari Antara, Rabu (4/8/2021), orang nomor satu di NTT itu berujar kalau semua yang dilakukan pemerintah adalah untuk wisatawan.Florianus Nandi/Istimewa

Pengunjung yang datang harus dijamin keselamatan dan kenyamanan, maka infrastruktur harus mendukung hal tersebut, ujarnya saat ditemui di Kupang, Selasa (3/8). AFP/JUNI KRISWANTO

"Pengunjung yang datang harus dijamin keselamatan dan kenyamanan, maka infrastruktur harus mendukung hal tersebut," ujarnya saat ditemui di Kupang, Selasa (3/8). AFP/JUNI KRISWANTO

BERITA TERKAIT
BACA JUGA