Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Sep 2021 14:41 WIB

PHOTOS

Foto: Terowongan Kereta Mistis di Cianjur dan Mitos Penghuninya

Ismet Selamet
detikTravel

Cianjur - Di Cianjur ada terowongan kereta yang dikenal mistis. Namanya Terowongan Lampegan. Konon, terowongan ini dihuni penari ronggeng bernama Nyi Sadea. Seperti apa?

Terowongan Lampegan merupakan salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia. Dibangun pada tahun 1879 sampai dengan 1882 oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS). (Ismet Selamet/detikTravel)

Terowongan Lampegan merupakan salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia. Dibangun pada tahun 1879 sampai dengan 1882 oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS). (Ismet Selamet/detikTravel)

Tak jauh dari terowongan, ada Stasiun Lampegan. Konon, nama Lampegan berasal dari kejadian saat terowongan Lampegan dibangun. Ketika pembangunan, terjadi dialog antar para pekerja, Lamp pegang atau Lamp aan yang berarti nyalakan atau pegang lampunya. (Ismet Selamet/detikTravel)

Tak jauh dari terowongan, ada Stasiun Lampegan. Konon, nama Lampegan berasal dari kejadian saat terowongan Lampegan dibangun. Ketika pembangunan, terjadi dialog antar para pekerja, "Lamp pegang" atau "Lamp aan" yang berarti nyalakan atau pegang lampunya. (Ismet Selamet/detikTravel)

Menurut cerita masyarakat, di dalam terowongan sering kali muncul penampakan wanita berkebaya merah yang diyakini sebagai Nyi Sadea. Nyi Sadea merupakan penari ronggeng terkenal pada masa Hindia Belanda. (Ismet Selamet/detikTravel)

Menurut cerita masyarakat, di dalam terowongan sering kali muncul penampakan wanita berkebaya merah yang diyakini sebagai Nyi Sadea. Nyi Sadea merupakan penari ronggeng terkenal pada masa Hindia Belanda. (Ismet Selamet/detikTravel)

Suatu ketika, Nyi Sadea sedang berteduh di mulut terowongan sambil menunggu hujan reda. Konon, Nyi Sadea tiba-tiba memasuki terowongan. Katanya, ada yang memanggil namanya. Nyi Sadea kemudian berjalan memasuki terowongan untuk mendekati sumber suara. Namun, sejak itu Nyi Sadea menghilang. (Ismet Selamet/detikTravel)

Suatu ketika, Nyi Sadea sedang berteduh di mulut terowongan sambil menunggu hujan reda. Konon, Nyi Sadea tiba-tiba memasuki terowongan. Katanya, ada yang memanggil namanya. Nyi Sadea kemudian berjalan memasuki terowongan untuk mendekati sumber suara. Namun, sejak itu Nyi Sadea menghilang. (Ismet Selamet/detikTravel)

Pada tahun 70-an, masyarakat tidak berani melintas sendirian ke terowongan Lampegan. Sebabnya, beredar mitos Nyi Sadea dan banyaknya orang yang mengaku melihat sosok yang diduga Nyi Sadea. Namun sekarang, masyarakat sudah tak begitu takut untuk melintas terowongan tersebut saat tak ada kereta. (Ismet Selamet/detikTravel)

Pada tahun 70-an, masyarakat tidak berani melintas sendirian ke terowongan Lampegan. Sebabnya, beredar mitos Nyi Sadea dan banyaknya orang yang mengaku melihat sosok yang diduga Nyi Sadea. Namun sekarang, masyarakat sudah tak begitu takut untuk melintas terowongan tersebut saat tak ada kereta. (Ismet Selamet/detikTravel)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA