Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 05 Sep 2021 23:40 WIB

PHOTOS

Ritual Larungan di Pantai Pangandaran Dibubarkan Petugas

Faizal Amiruddin
detikTravel

Pangandaran - Petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri Kabupaten Pangandaran membubarkan acara ritual larungan sesajen di sekitar pantai barat Pangandaran, Minggu (5/9/2021)

Acara ritual bertajuk larungan agung menjaga persatuan dan kesatuan bangsa itu digelar oleh sebuah perkumpulan bernama Yayasan Manunggal Rasa Kemanusiaan yang berasal dari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Mereka sengaja datang ke Pangandaran untuk melakukan ritual. 
Acara ritual bertajuk larungan agung menjaga persatuan dan kesatuan bangsa itu digelar oleh sebuah perkumpulan bernama Yayasan Manunggal Rasa Kemanusiaan yang berasal dari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Mereka sengaja datang ke Pangandaran untuk melakukan ritual.
 
Namun ritual baru berlangsung separuh jalan, petugas datang membubarkan kegiatan itu. Alhasil beragam sesaji yang sudah disiapkan, batal dilarung ke laut. 
Namun ritual baru berlangsung separuh jalan, petugas datang membubarkan kegiatan itu. Alhasil beragam sesaji yang sudah disiapkan, batal dilarung ke laut.
 
Padahal sesaji yang hendak mereka larung ke laut pun cukup banyak. Ada nasi tumpeng besar dengan tinggi lebih dari 1 meter, ada sayuran yang disusun, ada buah-buahan serta seekor kambing hidup. 
Padahal sesaji yang hendak mereka larung ke laut pun cukup banyak. Ada nasi tumpeng besar dengan tinggi lebih dari 1 meter, ada sayuran yang disusun, ada buah-buahan serta seekor kambing hidup.
 
Sekretaris Satpol PP Pangandaran Bangi menjelaskan pihaknya terpaksa melakukan pembubaran acara itu karena berkaitan dengan PPKM COVID-19 dan objek wisata pantai Pangandaran yang tengah melakukan uji coba pembukaan wisata. Selain itu Bangi menegaskan bahwa kegiatan budaya itu tidak mengantongi izin resmi pelaksanaan kegiatan dari Pemkab Pangandaran. 
Sekretaris Satpol PP Pangandaran Bangi menjelaskan pihaknya terpaksa melakukan pembubaran acara itu karena berkaitan dengan PPKM COVID-19 dan objek wisata pantai Pangandaran yang tengah melakukan uji coba pembukaan wisata. Selain itu Bangi menegaskan bahwa kegiatan budaya itu tidak mengantongi izin resmi pelaksanaan kegiatan dari Pemkab Pangandaran.
 
Heru Purnomo perwakilan dari penyelenggara ritual larungan itu mengaku menerima keputusan petugas yang membubarkan ritual yang dilakukan kelompoknya. 
Heru Purnomo perwakilan dari penyelenggara ritual larungan itu mengaku menerima keputusan petugas yang membubarkan ritual yang dilakukan kelompoknya.
 
Sementara itu sebelum dibubarkan petugas, ritual ini sempat menarik perhatian wisatawan dan warga sekitar. Pasalnya acara larungan semacam itu jarang terjadi di Pangandaran. 
Sementara itu sebelum dibubarkan petugas, ritual ini sempat menarik perhatian wisatawan dan warga sekitar. Pasalnya acara larungan semacam itu jarang terjadi di Pangandaran.
 
Prosesi pelarungan ini juga diwarnai oleh tahapan layaknya upacara. Ada ritual menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan pembukaan UUD 1945 dan pembacaan Sumpah Palapa. Tapi belum sempat pelarungan rampung, petugas terlanjur melakukan pembubaran.  
Prosesi pelarungan ini juga diwarnai oleh tahapan layaknya upacara. Ada ritual menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan pembukaan UUD 1945 dan pembacaan Sumpah Palapa. Tapi belum sempat pelarungan rampung, petugas terlanjur melakukan pembubaran.
 
 
BERITA TERKAIT
BACA JUGA