Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 10 Nov 2021 06:35 WIB

PHOTOS

Kepulauan Riau Kini Dibuka untuk Turis Asing

dok. detikcom
detikTravel

Jakarta - Pemerintah kembali memperluas akses masuk untuk turis asing. Dari yang sebelumnya hanya di Bali dan Manado, kini mereka bisa masuk dari Kepulauan Riau.

Kedatangan internasional selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia kini bisa melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah. Ketentuan itu berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA). Penambahan akses tersebut tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri No 58 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3,2,1 di Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Papua (Getty Images/Ed Wray)

Kedatangan internasional selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia kini bisa melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah. Ketentuan itu berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA). Penambahan akses tersebut tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri No 58 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3,2,1 di Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Papua (Getty Images/Ed Wray)

Pada periode PPKM sebelumnya, pemerintah hanya menetapkan kedatangan WNI dari luar negeri melalui Bandar Udara Soekarno Hatta di Provinsi Banten dan Sam Ratulangi di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam aturan terbaru, pemerintah membuka akses Bandara Raja Haji Fisabilillah di Provinsi Kepulauan Riau untuk kedatangan WNI (Ari Saputra/detikcom)

Pada periode PPKM sebelumnya, pemerintah hanya menetapkan kedatangan WNI dari luar negeri melalui Bandar Udara Soekarno Hatta di Provinsi Banten dan Sam Ratulangi di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam aturan terbaru, pemerintah membuka akses Bandara Raja Haji Fisabilillah di Provinsi Kepulauan Riau untuk kedatangan WNI (Ari Saputra/detikcom)

Pemerintah juga mengubah akses pintu masuk bagi WNA ke Indonesia. Pada periode PPKM sebelumnya, pintu masuk udara dibuka melalui Bandara Ngurah Rai di Provinsi Bali, Bandar Hang Nadim dan Bandar Raja Fisabilillah. Terkini, kedatangan WNA dari luar negeri hanya diperbolehkan melalui Bandar Udara Soekarno Hatta di Banten, Raja Haji Fisabilillah di Kepulauan Riau, dan Sam Ratulangi di Sulawesi Utara (Foto: Antara Foto)

Pemerintah juga mengubah akses pintu masuk bagi WNA ke Indonesia. Pada periode PPKM sebelumnya, pintu masuk udara dibuka melalui Bandara Ngurah Rai di Provinsi Bali, Bandar Hang Nadim dan Bandar Raja Fisabilillah. Terkini, kedatangan WNA dari luar negeri hanya diperbolehkan melalui Bandar Udara Soekarno Hatta di Banten, Raja Haji Fisabilillah di Kepulauan Riau, dan Sam Ratulangi di Sulawesi Utara (Foto: Antara Foto)

Sementara, tidak ada perubahan untuk pintu masuk WNI dan WNA dari luar negeri lewat jalur laut. Untuk WNI akni melalui pelabuhan Batam dan Tanjung Pinang di Kepulauan Riau dan Nunukan di Kalimantan Utara. Sedangkan untuk WNA hanya dibuka di Provinsi Bali dan Kepulauan Riau dapat menggunakan kapal pesiar atau yacht (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Sementara, tidak ada perubahan untuk pintu masuk WNI dan WNA dari luar negeri lewat jalur laut. Untuk WNI akni melalui pelabuhan Batam dan Tanjung Pinang di Kepulauan Riau dan Nunukan di Kalimantan Utara. Sedangkan untuk WNA hanya dibuka di Provinsi Bali dan Kepulauan Riau dapat menggunakan kapal pesiar atau yacht (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Pun dengan perbatasan jalur darat, pemerintah tak merubah ketentuan akses pintu masuk dalam periode ini. Pintu masuk darat hanya melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan Entikong di Provinsi Kalimantan Barat serta Motaain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Rengga Sancaya/detikcom)

Pun dengan perbatasan jalur darat, pemerintah tak merubah ketentuan akses pintu masuk dalam periode ini. Pintu masuk darat hanya melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan Entikong di Provinsi Kalimantan Barat serta Motaain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Rengga Sancaya/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA