Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Nov 2021 17:22 WIB

PHOTOS

Potret Tradisi Dandangan dan Jamas Keris Sunan Kudus yang Jadi Warisan Budaya

Dian Utoro Aji
detikTravel

Kudus - Tradisi dandangan dan jamas keris sunan kudus ditetapkan menjadi warisan tak beda dan budaya oleh Kemendikbud. Seperi apa sih?

Tradisi dandangan bertujuan untuk menandai dimulainya awal bulan Ramadhan. Ini ditandai dengan ditabuhnya beduk di atas menara kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)

Tradisi dandangan bertujuan untuk menandai dimulainya awal bulan Ramadhan. Ini ditandai dengan ditabuhnya beduk di atas menara kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)

Biasanya, dua pekan sebelum puasa terdapat rangkaian acara, mulai dari pasar tiban hinga jajanan di sepanjang jalan Sunan Kudus. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Biasanya, dua pekan sebelum puasa terdapat rangkaian acara, mulai dari pasar tiban hinga jajanan di sepanjang jalan Sunan Kudus. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Sedangkan di alun-alun kudus ada acara seremonial menyambut awal Ramadhan. Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Kabupaten Kudus, Agus Susanto Warisan Mbah Sunan Kudus ini pun menjadi bentuk warisan Indonesia. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Sedangkan di alun-alun kudus ada acara seremonial menyambut awal Ramadhan. Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Kabupaten Kudus, Agus Susanto Warisan Mbah Sunan Kudus ini pun menjadi bentuk warisan Indonesia. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Sementara, Tradisi janas keris peninggalan Sunan Kudus cukup berbeda, yaitu dilakukan pada setiap hari Senin atau Kamis pertama setelah hari tasyrik. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Sementara, Tradisi janas keris peninggalan Sunan Kudus cukup berbeda, yaitu dilakukan pada setiap hari Senin atau Kamis pertama setelah hari tasyrik. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Keris Mbah Sunan masih terjaga dengan baik. Tradisi itu juga terjaga hingga sekarang. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Keris Mbah Sunan masih terjaga dengan baik. Tradisi itu juga terjaga hingga sekarang. (Dian Utoro Aji/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA