Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 29 Nov 2021 15:21 WIB

PHOTOS

Rumah Megah di Madiun Ini Jadi Wisata Religi Berbagai Agama

Sugeng Harianto
detikTravel

Madiun - Rumah milik almarhum KH Aly Murshid tengah ramai menjadi jujugan warga berwisata religi. Di rumah megah bak istana ini terdapat rumah ibadah 5 agama. Penasaran?

Rumah megah bak istana yang ada di Madiun, Jawa Timur, ini diketahui milik almarhum KH Aly Murshid. Kawasan rumah itu pun kini tengah ramai menjadi jujugan para peziarah.

Rumah megah bak istana yang ada di Madiun, Jawa Timur, ini diketahui milik almarhum KH Aly Murshid. Kawasan rumah itu pun kini tengah ramai menjadi jujugan para peziarah.

Menariknya, di rumah ini juga terdapat rumah ibadah bagi 5 agama. Awalnya, rumah yang berlokasi di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Madiun, ini hanya terdapat musala tempat beribadah umat Islam. Namun seiring dengan pengembangannya, kini juga ada bangunan tempat ibadah berbagai agama di Indonesia. Rumah ibadah dari sejumlah agama ini juga terlihat berdampingan. Setiap rumah ibadah dibangun dengan ciri khas dan ornamen menarik.

Menariknya, di rumah ini juga terdapat rumah ibadah bagi 5 agama. Awalnya, rumah yang berlokasi di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Madiun, ini hanya terdapat musala tempat beribadah umat Islam. Namun seiring dengan pengembangannya, kini juga ada bangunan tempat ibadah berbagai agama di Indonesia. Rumah ibadah dari sejumlah agama ini juga terlihat berdampingan. Setiap rumah ibadah dibangun dengan ciri khas dan ornamen menarik.

Kepala Desa Bulakrejo Muhammad Jaenuri mengatakan pada detikcom, Senin (29/11/2021), rumah megah tersebut tak hanya memiliki tempat ibadah untuk umat Islam saja, tetapi juga dibangunkan tempat ibadah untuk umat agama lain, Kristen, Hindu, Budha, Katolik. Sejumlah tempat ibadah itu pun dibangun bertujuan untuk saling menjaga toleransi antarumat beragama.

Kepala Desa Bulakrejo Muhammad Jaenuri mengatakan pada detikcom, Senin (29/11/2021), rumah megah tersebut tak hanya memiliki tempat ibadah untuk umat Islam saja, tetapi juga dibangunkan tempat ibadah untuk umat agama lain, Kristen, Hindu, Budha, Katolik. Sejumlah tempat ibadah itu pun dibangun bertujuan untuk saling menjaga toleransi antarumat beragama.

Jaenuri menuturkan, kini di bangunan utama hanya dihuni H. Aly Muslich (58). yang merupakan famili KH Aly Murshid. Rencananya lantai dua bangunan utama akan dibuat kantor yayasan pondok pesantren. Lokasi rumah kiai di Madiun ini cukup strategis. Pengunjung dari luar kota, tepatnya dari gerbang Tol Madiun bisa berbelok ke kiri arah Caruban sekitar 10 Km. Namun lokasi ini sebenarnya dekat dengan Gerbang Tol Caruban yang hanya berjarak 2 Km. Namun terkendala akses jalan yang harus menyeberang sungai dengan jembatannya belum memadai.

Jaenuri menuturkan, kini di bangunan utama hanya dihuni H. Aly Muslich (58). yang merupakan famili KH Aly Murshid. Rencananya lantai dua bangunan utama akan dibuat kantor yayasan pondok pesantren. Lokasi rumah kiai di Madiun ini cukup strategis. Pengunjung dari luar kota, tepatnya dari gerbang Tol Madiun bisa berbelok ke kiri arah Caruban sekitar 10 Km. Namun lokasi ini sebenarnya dekat dengan Gerbang Tol Caruban yang hanya berjarak 2 Km. Namun terkendala akses jalan yang harus menyeberang sungai dengan jembatannya belum memadai.

Kompleks istana megah ini dibangun di tanah seluas sekitar 2.000 meter persegi. Pada tahun 2007, Almarhum KH.Aly Murshid meninggal di usia 70 tahun. Dia tidak memiliki istri dan anak. Sebelum meninggal, lanjut Zainuri, almarhum berpesan agar jenazahnya dimakamkan di tanah rumahnya sendiri. Dia juga ingin rumahnya diwakafkan. Jaenuri mengisahkan, KH Aly Murshid mulai melakukan pembangunan rumah ini secara bertahap mulai tahun 1986.

Kompleks 'istana' megah ini dibangun di tanah seluas sekitar 2.000 meter persegi. Pada tahun 2007, Almarhum KH.Aly Murshid meninggal di usia 70 tahun. Dia tidak memiliki istri dan anak. Sebelum meninggal, lanjut Zainuri, almarhum berpesan agar jenazahnya dimakamkan di tanah rumahnya sendiri. Dia juga ingin rumahnya diwakafkan. Jaenuri mengisahkan, KH Aly Murshid mulai melakukan pembangunan rumah ini secara bertahap mulai tahun 1986.

Tak hanya mengunjungi bangunan ini, para peziarah juga berdoa di pusara makam KH. Aly Murshid. Makam tersebut terlihat indah dengan hiasan pernak-pernik batu permata kecil berwarna hijau. Di dalam area makam juga terdapat sebuah patung dewi Kwan Im selain bangunan pura menjulang tinggi. Sebelum pandemi COVID-19, makam ini selalu ramai terutama di hari Jumat dan saat libur.

Tak hanya mengunjungi bangunan ini, para peziarah juga berdoa di pusara makam KH. Aly Murshid. Makam tersebut terlihat indah dengan hiasan pernak-pernik batu permata kecil berwarna hijau. Di dalam area makam juga terdapat sebuah patung dewi Kwan Im selain bangunan pura menjulang tinggi. Sebelum pandemi COVID-19, makam ini selalu ramai terutama di hari Jumat dan saat libur.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA