Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Des 2021 21:45 WIB

PHOTOS

Foto Terkini Gili Trawangan, Sunyi Sepi Bak Kota Mati

Rachman Haryanto
detikTravel

Lombok Utara - Pesona tiga kepulauan Gili di Lombok NTB lenyap bak ditelan bumi imbas pandemi COVID yang melanda negeri hampir 2 tahun belakangan ini. Ini potret terkininya.

Gili Trawangan yang selalu ramai kini senyap bak kota mati. Pandemi virus Corona lah yang mematikan ekonomi salah satu pulau yang menjadi andalan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Gili Trawangan yang selalu ramai kini senyap bak kota mati. Pandemi virus Corona lah yang mematikan ekonomi salah satu pulau yang menjadi andalan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Hampir setiap malam di Gili Trawangan ini selalu ramai bahkan bisa dikatakan tak pernah tidur. Party setiap malam digelar hingga pagi menjelang. Pulau yang menjadi andalan wisatawan mancanegara itu kini sunyi sepi.

Hampir setiap malam di Gili Trawangan ini selalu ramai bahkan bisa dikatakan tak pernah tidur. Party setiap malam digelar hingga pagi menjelang. Pulau yang menjadi andalan wisatawan mancanegara itu kini sunyi sepi.

Para staf yang pernah bekerja di Gili Trawangan terpaksa mencari cara lain untuk mencari nafkah. Bahkan, beberapa beralih dengan memancing hanya untuk memberi makan keluarga mereka.

Para staf yang pernah bekerja di Gili Trawangan terpaksa mencari cara lain untuk mencari nafkah. Bahkan, beberapa beralih dengan memancing hanya untuk memberi makan keluarga mereka.

Pandemi virus Corona memang menutup paksa hampir semua resor dan restoran di seluruh Kepulauan Gili di Indonesia, pulau-pulau di NTB dengan perairannya yang berwarna biru kehijauan, pantai berpasir, dan kehidupan laut yang beragam.

Pandemi virus Corona memang menutup paksa hampir semua resor dan restoran di seluruh Kepulauan Gili di Indonesia, pulau-pulau di NTB dengan perairannya yang berwarna biru kehijauan, pantai berpasir, dan kehidupan laut yang beragam.

Tidak jauh dari Bali, pariwisata dan ekonomi di Gili Trawangan berkembang pesat berkat turis. Biasanya, Gili Trawangan bisa menggaet sekitar 1.500 turis asing setiap hari.

Tidak jauh dari Bali, pariwisata dan ekonomi di Gili Trawangan berkembang pesat berkat turis. Biasanya, Gili Trawangan bisa menggaet sekitar 1.500 turis asing setiap hari.

Tetapi setelah pemerintah me-lockdown nasional sejak Maret 2020 dan menutup perbatasan untuk turis asing, restoran dan hotel-hotel kolaps.

Tetapi setelah pemerintah me-lockdown nasional sejak Maret 2020 dan menutup perbatasan untuk turis asing, restoran dan hotel-hotel kolaps.

Padahal, tiga pulau Gili, Trawangan, Meno, dan Air, kadung bergantung pada turis asing.

Padahal, tiga pulau Gili, Trawangan, Meno, dan Air, kadung bergantung pada turis asing.

Lalu Kusnawan, ketua Asosiasi Hotel Gili yang mengelola resor di Trawangan, menyebut ada sekitar 800 hotel dengan 7.000 kamar tetapi hanya antara 20 dan 30 properti yang tetap buka.

Lalu Kusnawan, ketua Asosiasi Hotel Gili yang mengelola resor di Trawangan, menyebut ada sekitar 800 hotel dengan 7.000 kamar tetapi hanya antara 20 dan 30 properti yang tetap buka.

Toko-toko, bar, kafe, restoran semuanya kosong, beberapa dijual, yang lain ditinggalkan sama sekali.

Toko-toko, bar, kafe, restoran semuanya kosong, beberapa dijual, yang lain ditinggalkan sama sekali.

Perbatasan secara resmi dibuka kembali pada bulan Oktober, tetapi penerbangan internasional langsung ke Bali belum dimulai lagi. Selain itu, wisatawan asing harus karantina, dengan durasi yang kembali panjang setelah muncul varian Omicron, dan memenuhi persyaratan visa yang ketat.

Perbatasan secara resmi dibuka kembali pada bulan Oktober, tetapi penerbangan internasional langsung ke Bali belum dimulai lagi. Selain itu, wisatawan asing harus karantina, dengan durasi yang kembali panjang setelah muncul varian Omicron, dan memenuhi persyaratan visa yang ketat.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA