Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 16 Des 2021 21:38 WIB

PHOTOS

Melihat Jakarta dari Menara 'Miring' Syahbandar

Pool
detikTravel

Jakarta - Salah satu daya tarik dari Museum Bahari adalah kta bisa naik ke menara untuk melihat kota Jakarta dari sana. Seperti inlah Jakarta dari Menara Syahbandar.

Menara Syahbandar merupakan menara yang dibangun tahun 1839 oleh pemerintahan Belanda. Menara ini dulunya digunakan sebagai menara pemantau kapal yang keluar masuk kota Batavia atau yang sekarang kita kenal sebagai kota Jakarta.  (Tiara Rosana/detikTravel)

Menara Syahbandar merupakan menara yang dibangun tahun 1839 oleh pemerintahan Belanda. Menara ini dulunya digunakan sebagai menara pemantau kapal yang keluar masuk kota Batavia atau yang sekarang kita kenal sebagai kota Jakarta.  (Tiara Rosana/detikTravel)

Menara Syahbandar termasuk bangunan bersejarah yang masih berada di dalam kawasan Museum Bahari.  (Tiara Rosana/detikTravel)

Menara Syahbandar termasuk bangunan bersejarah yang masih berada di dalam kawasan Museum Bahari.  (Tiara Rosana/detikTravel)

Menara Syahbandar termasuk bangunan bersejarah yang masih berada di dalam kawasan Museum Bahari. Menara kuno yang masih berdiri kokoh hingga sekarang ini memiliki tinggi 12 meter. Uniknya, menara ini tidak berdiri tegak lurus alias miring. Menara ini memiliki kemiringan sekitar 4 derajat hingga kerap kali disebut sebagai menara miring. Foto: Rifkianto Nugroho

Menara Syahbandar termasuk bangunan bersejarah yang masih berada di dalam kawasan Museum Bahari. Menara kuno yang masih berdiri kokoh hingga sekarang ini memiliki tinggi 12 meter. Uniknya, menara ini tidak berdiri tegak lurus alias miring. Menara ini memiliki kemiringan sekitar 4 derajat hingga kerap kali disebut sebagai menara miring. Foto: Rifkianto Nugroho

Di depan pintu masuk menara terdapat Tugu Prasasti Titik Nol Kilometer Jakarta pada masa itu, yang disahkan oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1977.  Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

Di depan pintu masuk menara terdapat Tugu Prasasti Titik Nol Kilometer Jakarta pada masa itu, yang disahkan oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1977.  Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

Di dalam bangunan menara terdapat banyak lukisan kapal dan aksesori kapal yang punya sejarah tersendiri. Ada pula  batu prasasti kedatangan Saudagar Cina pada abad ke-17 yang menandakan bangunan ini merupakan titik nol kota Jakarta.  Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

Di dalam bangunan menara terdapat banyak lukisan kapal dan aksesori kapal yang punya sejarah tersendiri. Ada pula  batu prasasti kedatangan Saudagar Cina pada abad ke-17 yang menandakan bangunan ini merupakan titik nol kota Jakarta.  Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

Setelah sampai di ruangan paling tinggi menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan suasana kota Jakarta Utara. Terdapat foto perubahan kota Jakarta sejak zaman penjajahan Belanda hingga saat ini. Terlihat dalam foto, suasana Batavia zaman dulu masih asri dan tidak dipenuhi bangunan. Sangat kontras dengan keadaan Jakarta Utara yang terlihat langsung.  Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

Setelah sampai di ruangan paling tinggi menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan suasana kota Jakarta Utara. Terdapat foto perubahan kota Jakarta sejak zaman penjajahan Belanda hingga saat ini. Terlihat dalam foto, suasana Batavia zaman dulu masih asri dan tidak dipenuhi bangunan. Sangat kontras dengan keadaan Jakarta Utara yang terlihat langsung.  Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

Menara Syahbandar memang dibangun agak miring dengan tujuan supaya melihat Pelabuhan Sunda Kelapa lebih luas. Namun saat ini kemiringan bertambah seiring dengan banyaknya aktivitas kendaraan berat di daerah situ dan juga faktor tanah. Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

Menara Syahbandar memang dibangun agak miring dengan tujuan supaya melihat Pelabuhan Sunda Kelapa lebih luas. Namun saat ini kemiringan bertambah seiring dengan banyaknya aktivitas kendaraan berat di daerah situ dan juga faktor tanah. Foto: (Tiara Rosana/detikTravel)

ika Traveler tertarik ke Menara Syahbandar bisa berkunjung ke kawasan Museum Bahari Jakarta yang beralamat di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Tiket masuk menara ini masih terusan tiket masuk Museum Bahari, yang mana selain bisa melihat pemandangan dari atas Menara Syahbandar, Traveler juga bisa berkeliling Museum Bahari.  (Tiara Rosana/detikTravel)

ika Traveler tertarik ke Menara Syahbandar bisa berkunjung ke kawasan Museum Bahari Jakarta yang beralamat di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Tiket masuk menara ini masih terusan tiket masuk Museum Bahari, yang mana selain bisa melihat pemandangan dari atas Menara Syahbandar, Traveler juga bisa berkeliling Museum Bahari.  (Tiara Rosana/detikTravel)

Dari atas sini terlihat pemandangan kapal-kapal yang berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa, terlihat pula Galangan VOC yang berada di seberang bangunan ini, lalu melihat pemandangan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut yang sayangnya tidak sebersih yang diharapkan.  (Tiara Rosana/detikTravel)

Dari atas sini terlihat pemandangan kapal-kapal yang berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa, terlihat pula Galangan VOC yang berada di seberang bangunan ini, lalu melihat pemandangan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut yang sayangnya tidak sebersih yang diharapkan.  (Tiara Rosana/detikTravel)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA