Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 09 Jan 2022 18:00 WIB

PHOTOS

Saat Kebun Porang di Sukabumi Jadi Agro Wisata

Syahdan Alamsyah
detikTravel

Sukabumi - Lahan porang bekas persemaian sawit milik PTPN VIII di kaki Gunung Salak, Desa Ubrug, Sukabumi, kini diubah menjadi Agro Wisata bernuansa pedesaan. Yuk lihat.

Potensi wisata, itu yang dilihat pertamakali oleh Dindin Wahyudin, salah seorang anggota kelompok tani umbi porang di Kampung/Desa Ubrug, Kecamatan Warkir, Kabupaten Sukabumi ketika melihat area bekas lahan persemaian sawit milik PTPN VIII di kaki Gunung Salak.
Potensi wisata, itu yang dilihat pertamakali oleh Dindin Wahyudin, salah seorang anggota kelompok tani umbi porang di Kampung/Desa Ubrug, Kecamatan Warkir, Kabupaten Sukabumi ketika melihat area bekas lahan persemaian sawit milik PTPN VIII di kaki Gunung Salak.
Otak kreatif mantan pekerja dibidang otomotif ini langsung berpikir kedepan, area itu menurutnya bisa dimanfaatkan sebagai kawasan Agro Wisata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar. Tidak hanya wisata, namun juga sentra ekonomi dan lumbung ilmu.
Otak kreatif mantan pekerja dibidang otomotif ini langsung berpikir kedepan, area itu menurutnya bisa dimanfaatkan sebagai kawasan Agro Wisata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar. Tidak hanya wisata, namun juga sentra ekonomi dan lumbung ilmu.
Dindin merogoh koceknya pribadi, hampir 70 persen uang pesangon yang ia peroleh dari perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah kebun porang ia membuat spot-spot swafoto yang kemudian lokasi itu ia namai Saung Porang.
Dindin merogoh koceknya pribadi, hampir 70 persen uang pesangon yang ia peroleh dari perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah kebun porang ia membuat spot-spot swafoto yang kemudian lokasi itu ia namai Saung Porang.
Bersama warga dan pemuda setempat, lokasi itu ia sulap menjadi kawasan Agro Wisata bernuansa pedesaan.
Bersama warga dan pemuda setempat, lokasi itu ia sulap menjadi kawasan Agro Wisata bernuansa pedesaan.
Dindin mengatakan saat ini kondisi Saung Porang masih sederhana, meski kondisi apa adanya menurut Dindin justru hal itu justru menjadi daya tarik bagi mereka yang datang. Nuansa desa, kolam berenang yang disebut Kulah Gupak dengan kondisi apa adanya justru membuat anak-anak senang bermain air.
Dindin mengatakan saat ini kondisi Saung Porang masih sederhana, meski kondisi apa adanya menurut Dindin justru hal itu justru menjadi daya tarik bagi mereka yang datang. Nuansa desa, kolam berenang yang disebut Kulah Gupak dengan kondisi apa adanya justru membuat anak-anak senang bermain air.
Setelah tadi wisata, kemudian edukasi berlanjut ke ekonomi bagi warga. Ibu-ibu atau kaum perempuan membuat menu makanan salah satu yang diunggulkan nasi liwetnya, itu juga salah satu pemberdayaan masyarakat, nanti kedepan mungkin ada oleh-oleh khas atau lainnya, ujar Dindin.
"Setelah tadi wisata, kemudian edukasi berlanjut ke ekonomi bagi warga. Ibu-ibu atau kaum perempuan membuat menu makanan salah satu yang diunggulkan nasi liwetnya, itu juga salah satu pemberdayaan masyarakat, nanti kedepan mungkin ada oleh-oleh khas atau lainnya," ujar Dindin.
Untuk menikmati suasana Saung Porang, Dindin menyebut tidak memberikan tarif masuk khusus. Dengan uang Rp 2 ribu yang dikeluarkan, pengunjung mendapatkan cemilah yang diberikan pihak pengelola. Ada juga Flying Fox hanya Rp 5 ribu untuk anak dan dewasa Rp 10 ribu.
Untuk menikmati suasana Saung Porang, Dindin menyebut tidak memberikan tarif masuk khusus. Dengan uang Rp 2 ribu yang dikeluarkan, pengunjung mendapatkan cemilah yang diberikan pihak pengelola. Ada juga Flying Fox hanya Rp 5 ribu untuk anak dan dewasa Rp 10 ribu.
Untuk lokasi Saung Porang Dindin mengaku masih dalam tahap komunikasi dengan pemilik lahan yakni PTPN VIII, Dindin menyebut pihaknya sudah mendapat rekomendasi lahan seluas 3 hektar untuk pemanfaatan di area tersebut.
Untuk lokasi Saung Porang Dindin mengaku masih dalam tahap komunikasi dengan pemilik lahan yakni PTPN VIII, Dindin menyebut pihaknya sudah mendapat rekomendasi lahan seluas 3 hektar untuk pemanfaatan di area tersebut.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA