Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Jun 2022 22:01 WIB

PHOTOS

Potret Jepang yang Mulai Terima Turis Asing

Jepang - Jepang mulai membuka diri bagi turis asing. Namun, mereka yang datang harus memenuhi sejumlah syarat. Begini suasananya.

Jumat (10/6), jadi hari pertama Jepang untuk memulai prosedur pariwisata baru. Badan Pariwisata Jepang mengatakan sudah ada tur yang datang dari 98 negara.
Jumat (10/6), jadi hari pertama Jepang untuk memulai prosedur pariwisata baru. Badan Pariwisata Jepang mengatakan sudah ada tur yang datang dari 98 negara.
Mereka yang datang harus mengikuti paket wisata berpemandu. Meski perbatasan sudah longgar, pemerintah Jepang tetap meminta turis untuk memakai masker dan antivirus lainnya.
Mereka yang datang harus mengikuti paket wisata berpemandu. Meski perbatasan sudah longgar, pemerintah Jepang tetap meminta turis untuk memakai masker dan antivirus lainnya.
Asakusa, daerah wisata Tokyo lama yang jadi favorit para turis, mulai ramai. Tak hanya wisatawan, geisha pun mulai terlihat berseliweran.
Asakusa, daerah wisata Tokyo lama yang jadi favorit para turis, mulai ramai. Tak hanya wisatawan, geisha pun mulai terlihat berseliweran.
Beberapa agen perjalanan mengatakan ada lonjakan pertanyaan tentang liburan ke Jepang. Peraturannya yang masih ketat, lagi-lagi jadi masalah untuk turis. Pemandu wisata akan menemani para turis ke mana saja. Turis benar-benar tak dibiarkan berkeliaran sendirian. Bahkan turis diminta untuk menghindari ruang tertutup, tempat ramai dan kontak dalam jarak dekat.
Beberapa agen perjalanan mengatakan ada lonjakan pertanyaan tentang liburan ke Jepang. Peraturannya yang masih ketat, lagi-lagi jadi masalah untuk turis. Pemandu wisata akan menemani para turis ke mana saja. Turis benar-benar tak dibiarkan berkeliaran sendirian. Bahkan turis diminta untuk menghindari ruang tertutup, tempat ramai dan kontak dalam jarak dekat.
Untungnya, tak ada batasan dalam satu grup wisata. Namun dalam grup tersebut harus ada pemandu wisatanya. Sebelumnya Jepang menyatakan kalau mereka masih takut turis-turis ini bandel dan melanggar protokol kesehatan. Sehingga bisa bikin kasus Covid-19 naik lagi.
Untungnya, tak ada batasan dalam satu grup wisata. Namun dalam grup tersebut harus ada pemandu wisatanya. Sebelumnya Jepang menyatakan kalau mereka masih takut turis-turis ini bandel dan melanggar protokol kesehatan. Sehingga bisa bikin kasus Covid-19 naik lagi.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA