Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Jun 2022 12:25 WIB

PHOTOS

Kuat dan Berani, Begini Aksi Pria di Bali dalam Perang Pandan Berduri

Bali - Tak cuma alamnya yang cantik, kebudayaan Bali juga menarik. Salah satunya ritual Mekare-kare atau perang pandan di Desa adat Tenganan, Bali.

Dua pria dari masyarakat adat Tenganan Pegringsingan saling berkelahi menggunakan daun pandan dan perisai rotan selama ritual perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Bali, Kamis (23/6/2022).  

Dua pria dari masyarakat adat Tenganan Pegringsingan saling berkelahi menggunakan daun pandan dan perisai rotan selama ritual perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Bali, Kamis (23/6/2022).  

Masyarakat Bali di Desa adat Tenganan, Kabupaten Karangasem, Bali punya ritual Mekare-kare atau Perang Pandan. Meski bukan perang sebenarnya, ada juga wisatawan yang berdarah karena duri daun pandan.  

Masyarakat Bali di Desa adat Tenganan, Kabupaten Karangasem, Bali punya ritual Mekare-kare atau Perang Pandan. Meski bukan perang sebenarnya, ada juga wisatawan yang berdarah karena duri daun pandan.  

Perang Pandan adalah acara ritual kebudayaan yang rutin dilakukan setiap tahun untuk menghormati Dewa Indra atau Dewa Perang dan leluhur.   

Perang Pandan adalah acara ritual kebudayaan yang rutin dilakukan setiap tahun untuk menghormati Dewa Indra atau Dewa Perang dan leluhur.   

Desa Tenganan Pegringsingan kuno Bali Aga berbeda dengan desa-desa lain di Bali, terutama dalam kepercayaan mereka terhadap Dewa Indra dan budaya Bali yang terjalin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.  

Desa Tenganan Pegringsingan kuno "Bali Aga" berbeda dengan desa-desa lain di Bali, terutama dalam kepercayaan mereka terhadap Dewa Indra dan budaya Bali yang terjalin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.  

Desa ini juga memiliki wilayahnya sendiri dan melestarikan tradisinya dengan cara yang berbeda dengan yang ditemukan di desa-desa lain di Bali.  

Desa ini juga memiliki wilayahnya sendiri dan melestarikan tradisinya dengan cara yang berbeda dengan yang ditemukan di desa-desa lain di Bali.  

Orang Tengan di pulau Bali merayakan upacara sebulan penuh yang disebut Usabha Sambah untuk menunjukkan rasa hormat kepada Dewa Indra, dewa perang Hindu. Salah satu ritual dalam upacara tersebut adalah Perang Pandan atau Mekare Kare, di mana dua pria Tengan saling berduel untuk menumpahkan darah demi sesaji.  

Orang Tengan di pulau Bali merayakan upacara sebulan penuh yang disebut 'Usabha Sambah' untuk menunjukkan rasa hormat kepada Dewa Indra, dewa perang Hindu. Salah satu ritual dalam upacara tersebut adalah Perang Pandan atau 'Mekare Kare', di mana dua pria Tengan saling berduel untuk menumpahkan darah demi sesaji.  

 Tradisi tersebut berawal dari kepercayaan bahwa mereka harus melakukan pengorbanan darah kepada Indra. Ketika laki-laki dan anak laki-laki menumpahkan darah mereka selama pertempuran, ini adalah pengorbanan dan pengabdian tertinggi kepada Indra, dan juga menunjukkan dedikasi kepada komunitas mereka.  

 Tradisi tersebut berawal dari kepercayaan bahwa mereka harus melakukan pengorbanan darah kepada Indra. Ketika laki-laki dan anak laki-laki menumpahkan darah mereka selama pertempuran, ini adalah pengorbanan dan pengabdian tertinggi kepada Indra, dan juga menunjukkan dedikasi kepada komunitas mereka.  

Dengan menggunakan daun pandan berduri, dua orang pemuda desa akan saling bertarung. Duri-duri pandan itu pun menyayat tubuh keduanya. Bahkan, ada yang luka dan berdarah.   

Dengan menggunakan daun pandan berduri, dua orang pemuda desa akan saling bertarung. Duri-duri pandan itu pun menyayat tubuh keduanya. Bahkan, ada yang luka dan berdarah.   

Meski begitu, mereka mempunyai obat anti septik dari bahan umbi-umbian yang akan diolesi ke luka tersebut. Hingga akhirnya luka akan mengering dan sembuh.   

Meski begitu, mereka mempunyai obat anti septik dari bahan umbi-umbian yang akan diolesi ke luka tersebut. Hingga akhirnya luka akan mengering dan sembuh.   

Desa Tenganan juga menjadi salah satu desa tua di Bali, atau disebut juga Bali Aga. Lokasi desa ini dikelilingi oleh perbukitan. Sedangkan bentuk desa itu sendiri seperti benteng, hanya memiliki empat pintu masuk.   

Desa Tenganan juga menjadi salah satu desa tua di Bali, atau disebut juga Bali Aga. Lokasi desa ini dikelilingi oleh perbukitan. Sedangkan bentuk desa itu sendiri seperti benteng, hanya memiliki empat pintu masuk.   

BERITA TERKAIT
BACA JUGA