Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 29 Agu 2022 19:01 WIB

PHOTOS

Melihat Masjid Tertua di Anambas, Kokoh Berdiri Sejak Era Kolonial

Rafida Fauzia
detikTravel

Kepulauan Anambas - Di samping wisata baharinya, Kepulauan Anambas kaya akan wisata sejarah. Salah satunya Masjid Jami' Baiturrahim yang sudah berdiri lebih dari satu abad.

Anak-anak terlihat di serambi Masjid Jami Baiturrahim di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Senin (2/8/2022).  

Anak-anak terlihat di serambi Masjid Jami' Baiturrahim di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Senin (2/8/2022).  

Masjid kebanggaan warga setempat ini sudah ada sejak 1880 Masehi, dan disebut-sebut sebagai masjid tertua di Anambas. Dulu Masjid Jami Baiturrahim bernama Masjid Teluk Siantan, yang dibangun oleh Datuk Kaye Muhd Usman Bin Datuk Kaye Muhd Yasin, seorang tokoh agama terpandang di Anambas pada zamannya.  

Masjid kebanggaan warga setempat ini sudah ada sejak 1880 Masehi, dan disebut-sebut sebagai masjid tertua di Anambas. Dulu Masjid Jami' Baiturrahim bernama Masjid Teluk Siantan, yang dibangun oleh Datuk Kaye Muhd Usman Bin Datuk Kaye Muhd Yasin, seorang tokoh agama terpandang di Anambas pada zamannya.  

Masjid Jami Baiturrahim ini dibangun pertama kali pada tahun 1880. Bila dihitung, kini masjid yang terletak di pusat kota Tarempa itu telah berusia lebih dari satu abad, atau sekitar 142 tahun.  

Masjid Jami' Baiturrahim ini dibangun pertama kali pada tahun 1880. Bila dihitung, kini masjid yang terletak di pusat kota Tarempa itu telah berusia lebih dari satu abad, atau sekitar 142 tahun.  

Di balik kokohnya bangunan Masjid Jami Baiturrahim, ternyata ada cerita menarik di balik sejarah masjid tertua di Anambas ini. Wakil Ketua Pengurus Masjid Jami Baiturrahim, Saparudin mengatakan sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1941, wilayah Tarempa pernah diserang oleh 7 buah pesawat milik tentara pasukan Jepang. Pesawat tersebut menjatuhkan bom di sejumlah titik di Pulau Siantan.  

Di balik kokohnya bangunan Masjid Jami' Baiturrahim, ternyata ada cerita menarik di balik sejarah masjid tertua di Anambas ini. Wakil Ketua Pengurus Masjid Jami' Baiturrahim, Saparudin mengatakan sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1941, wilayah Tarempa pernah diserang oleh 7 buah pesawat milik tentara pasukan Jepang. Pesawat tersebut menjatuhkan bom di sejumlah titik di Pulau Siantan.  

Ajaibnya, meski dijatuhi bom dua kali, namun tidak ada ledakan yang terjadi di Masjid Jami Baiturrahim. Padahal menurut Saparudin, bom meledak di beberapa area lain. Termasuk di sekitar kawasan pasar ikan lama, serta Sungai Sugi yang jaraknya kurang dari 1 Km. Bahkan banyak rumah penduduk yang hancur karena ledakan bom.  

Ajaibnya, meski dijatuhi bom dua kali, namun tidak ada ledakan yang terjadi di Masjid Jami' Baiturrahim. Padahal menurut Saparudin, bom meledak di beberapa area lain. Termasuk di sekitar kawasan pasar ikan lama, serta Sungai Sugi yang jaraknya kurang dari 1 Km. Bahkan banyak rumah penduduk yang hancur karena ledakan bom.  

Meski telah cukup tua, namun bangunan masjid masih berdiri kokoh dan difungsikan sebagai tempat ibadah bagi masyarakat setempat. Tak hanya orang tua saja, melainkan anak-anak sekolah dasar di sekitarnya juga rajin melakukan ibadah salat di Masjid Jami Baiturrahim.  

Meski telah cukup tua, namun bangunan masjid masih berdiri kokoh dan difungsikan sebagai tempat ibadah bagi masyarakat setempat. Tak hanya orang tua saja, melainkan anak-anak sekolah dasar di sekitarnya juga rajin melakukan ibadah salat di Masjid Jami' Baiturrahim.  

Jika dilihat dari luar, penampakan masjid ini terlihat sederhana. Bentuk struktur bangunannya sebagaimana bangunan pada zaman dulu. Dindingnya hanya dicat warna putih dan hijau. Pada muka depan terpampang nama masjid yang ditulis dalam bentuk kaligrafi berbahasa Arab. Lalu persis di bawahnya tertulis nama lokasi tempat masjid berdiri, yakni Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.  

Jika dilihat dari luar, penampakan masjid ini terlihat sederhana. Bentuk struktur bangunannya sebagaimana bangunan pada zaman dulu. Dindingnya hanya dicat warna putih dan hijau. Pada muka depan terpampang nama masjid yang ditulis dalam bentuk kaligrafi berbahasa Arab. Lalu persis di bawahnya tertulis nama lokasi tempat masjid berdiri, yakni Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.  

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com

BERITA TERKAIT
BACA JUGA