Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 25 Sep 2022 22:10 WIB

PHOTOS

Mengenal Kampung Kreatif di Jagoi Babang

Bengkayang - Dekat dengan perbatasan Sarawak, Malaysia, ada satu kampung kreatif warga suku Dayak Bidayuh. Disebut kampung kreatif karena warganya pengrajin anyaman rotan.

Di salah satu pedalaman Kalimantan Barat dan dekat dengan perbatasan Sarawak, Malaysia, ada satu kampung kreatif warga suku Dayak Bidayuh. Disebut kampung kreatif karena kebanyakan warganya, terutama perempuan, merupakan pengrajin anyaman rotan berupa tas yang disebut sebagai Juah, Minggu, (25/9/2022).

Di salah satu pedalaman Kalimantan Barat dan dekat dengan perbatasan Sarawak, Malaysia, ada satu kampung kreatif warga suku Dayak Bidayuh. Disebut kampung kreatif karena kebanyakan warganya, terutama perempuan, merupakan pengrajin anyaman rotan berupa tas yang disebut sebagai Juah, Minggu, (25/9/2022).

Kampung Kreatif ini berada di Dusun Jagoi Kindau, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, atau hanya berjarak 6 kilometer (km) dari salah satu patok batas terdekat antara Indonesia dan Malaysia. Dari pusat kecamatan, lokasi Dusun Jagoi Kindau kurang lebih berjarak 10 km, sementara dari pusat kabupaten berjarak kurang lebih 3-4 jam ditempuh dengan jalur darat. Jalanan utama menuju Dusun Jagoi Kindau memang mulus, tetapi ketika sudah memasuki arah kampung, jalanan masih rusak dan sinyal telekomunikasi tidak ada sama sekali.

Kampung Kreatif ini berada di Dusun Jagoi Kindau, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, atau hanya berjarak 6 kilometer (km) dari salah satu patok batas terdekat antara Indonesia dan Malaysia. Dari pusat kecamatan, lokasi Dusun Jagoi Kindau kurang lebih berjarak 10 km, sementara dari pusat kabupaten berjarak kurang lebih 3-4 jam ditempuh dengan jalur darat. Jalanan utama menuju Dusun Jagoi Kindau memang mulus, tetapi ketika sudah memasuki arah kampung, jalanan masih rusak dan sinyal telekomunikasi tidak ada sama sekali.

Di kampung ini masih terlihat beberapa rumah kayu tinggi yang sudah berumur ratusan tahun. Lalu juga ada satu dua orang ibu-ibu perajin yang sedang membuat tas juah di depan rumahnya.

Di kampung ini masih terlihat beberapa rumah kayu tinggi yang sudah berumur ratusan tahun. Lalu juga ada satu dua orang ibu-ibu perajin yang sedang membuat tas juah di depan rumahnya.

Kepala Desa Sekida, Sujianto menjelaskan Dusun Jagoi Kindau dihuni oleh sekitar 140 KK yang mayoritas warganya merupakan petani dan perajin tas juah hingga bidai. Belum lama ini, kampung ini mendapat bantuan berupa bangunan sebagai pusat kerajinan tas juah bernama Sentra IKM Ion Sowa.

Kepala Desa Sekida, Sujianto menjelaskan Dusun Jagoi Kindau dihuni oleh sekitar 140 KK yang mayoritas warganya merupakan petani dan perajin tas juah hingga bidai. Belum lama ini, kampung ini mendapat bantuan berupa bangunan sebagai pusat kerajinan tas juah bernama Sentra IKM Ion Sowa.

Ada beberapa jenis tas juah yang dibuat dan dijual oleh para perajin. Harganya termurah dari belasan ribu hingga ratusan ribu, tergantung dari ukuran dan motif.

Ada beberapa jenis tas juah yang dibuat dan dijual oleh para perajin. Harganya termurah dari belasan ribu hingga ratusan ribu, tergantung dari ukuran dan motif.

Selama ini, kata Sujianto, tas juah yang dibuat oleh para perajin lebih sering dibuat masih mentah dan dijual ke Pasar Serikin, Sarawak, Malaysia. Namun, sejak pos lintas batas (PLB) ditutup karena pandemi (termasuk sedang adanya pembangunan PLBN Jagoi Babang), warga mulai mengejar pasar domestik serta memodifikasi hasil anyamannya lebih bagus.

Selama ini, kata Sujianto, tas juah yang dibuat oleh para perajin lebih sering dibuat masih 'mentah' dan dijual ke Pasar Serikin, Sarawak, Malaysia. Namun, sejak pos lintas batas (PLB) ditutup karena pandemi (termasuk sedang adanya pembangunan PLBN Jagoi Babang), warga mulai mengejar pasar domestik serta memodifikasi hasil anyamannya lebih bagus.

Sujianto pun berharap pemerintah ikut membantu pembangunan infrastruktur yang ada di Dusun Kindau, termasuk dalam proses pemasaran hasil kerajinan warganya. Misalnya di Jagoi Babang kini sedang dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ditargetkan rampung bulan Oktober mendatang.

Sujianto pun berharap pemerintah ikut membantu pembangunan infrastruktur yang ada di Dusun Kindau, termasuk dalam proses pemasaran hasil kerajinan warganya. Misalnya di Jagoi Babang kini sedang dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ditargetkan rampung bulan Oktober mendatang.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA