Tradisi Nyadran Rejeban Digelar di Lereng Gunung Sumbing

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Tradisi Nyadran Rejeban Digelar di Lereng Gunung Sumbing

Grandyos Zafna - detikTravel
Jumat, 02 Jan 2026 19:00 WIB

Temanggung - Warga Dusun Cepit, Temanggung, Jawa Tengah, menggelar tradisi Nyadran Rejeban Plabengan sebagai wujud syukur dan doa.

Sesepuh adat bersama warga melaksanakan ritual saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026). Petani setempat melaksanakan tradisi yang telah dilakukan turun temurun setiap bulan Rejeb penanggalan Jawa sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas kemakmuran dan kesejahteraan serta untuk mendoakan tokoh penyebar agama Islam Ki Ageng Makukuhan. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU

Sesepuh adat bersama warga melaksanakan ritual saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026).Β ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Sesepuh adat bersama warga melaksanakan ritual saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026). Petani setempat melaksanakan tradisi yang telah dilakukan turun temurun setiap bulan Rejeb penanggalan Jawa sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas kemakmuran dan kesejahteraan serta untuk mendoakan tokoh penyebar agama Islam Ki Ageng Makukuhan. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU

Petani setempat melaksanakan tradisi yang telah dilakukan turun temurun setiap bulan Rejeb penanggalan Jawa sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas kemakmuran dan kesejahteraan serta untuk mendoakan tokoh penyebar agama Islam Ki Ageng Makukuhan.Β ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Sesepuh adat bersama warga melaksanakan ritual saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026). Petani setempat melaksanakan tradisi yang telah dilakukan turun temurun setiap bulan Rejeb penanggalan Jawa sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas kemakmuran dan kesejahteraan serta untuk mendoakan tokoh penyebar agama Islam Ki Ageng Makukuhan. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU

Tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat dalam menyambut bulan Rejeb pada penanggalan Jawa.Β ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Sesepuh adat bersama warga melaksanakan ritual saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026). Petani setempat melaksanakan tradisi yang telah dilakukan turun temurun setiap bulan Rejeb penanggalan Jawa sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas kemakmuran dan kesejahteraan serta untuk mendoakan tokoh penyebar agama Islam Ki Ageng Makukuhan. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU

Nyadran Rejeban Plabengan merupakan wujud ungkapan syukur kepada Tuhan atas kemakmuran dan kesejahteraan yang diberikan sepanjang tahun. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana doa bersama untuk mengenang dan mendoakan Ki Ageng Makukuhan, tokoh penyebar agama Islam yang dihormati oleh masyarakat setempat. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Tradisi Nyadran Rejeban Digelar di Lereng Gunung Sumbing
Tradisi Nyadran Rejeban Digelar di Lereng Gunung Sumbing
Tradisi Nyadran Rejeban Digelar di Lereng Gunung Sumbing
Tradisi Nyadran Rejeban Digelar di Lereng Gunung Sumbing
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads