Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam

Ardian Dwi Kurnia - detikTravel
Senin, 02 Feb 2026 09:39 WIB

Grobogan - Api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mati sejak awal 2026. Wisatawan terkejut.

Potret api abadi Mrapen yang kini padam, Minggu (1/2/2026)

Api Abadi Mrapen yang terletak Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan padam sejak Kamis (1/1/2026). Petugas memasang tanda untuk memberitahukan Api Abadi Mrapen sedang dalam perbaikan. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Potret api abadi Mrapen yang kini padam, Minggu (1/2/2026)

Penampakan titik api abadi Mrapen tanpa api. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Potret api abadi Mrapen yang kini padam, Minggu (1/2/2026)

Satu dari dua aliran gas Api Abadi Mrapen yang diduga tertutup lumpur sehingga gas tidak dapat naik ke permukaan. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Potret api abadi Mrapen yang kini padam, Minggu (1/2/2026)

Sejumlah wisatawan tampak memadati Api Abadi Mrapen. Namun, banyak yang merasa kecele karena api itu padam. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Penampakan Sendang Dudo di kawasan Api Abadi Mrapen, Grobogan, Minggu (1/2/2026).

Penampakan Sendang Dudo di kawasan apiΒ abadi Mrapen, Grobogan. Sendang iini juga didatangi wisatawan yang kecele karena api abadi Mrapen padam. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Potret Batu Bobot di kawasan wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Minggu (1/2/2026).

Tepat di samping kawasan wisata Api Abadi Mrapen terdapat sebuah bangunan berukuran cukup kecil. Di dalam bangunan itu, terdapat sebuah batu yang diyakini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengatakan batu itu bernama batu bobot. Wisatawan mengalihkan kunjungan ke titik ini setelah mengetahui api abadai Mrapen padam. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Iring-iringan mobil membawa Api Dharma Waisak dari sumber Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/6/2023). Prosesi pengambilan api bagian dari rangkaian ritual jelang hari raya waisak itu diikuti para Bikkhu dan perwakilan majelis umat Buddha, kemudian api disemayamkan di Candi Mendut dan dibawa bersama air dari Umbul Jumprit menuju altar utama di Candi Borobudur pada puncak prosesi Hari Raya Waisak 2567 BE/2023. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.

Api abadi Mrapen menjadi sumber utama pengambilan Api Dharma untuk perayaan Tri Suci Waisak di Indonesia. Api ini disakralkan karena melambangkan cahaya suci yang menerangi kegelapan batin, menyingkirkan keserakahan, dan mewakili semangat kebaikan serta kebenaran. (Yusuf Nugroho/Antara)

Api Abadi Mrapen

Api abadi Mrapen saat menyala (Manik Priyo Prabowo/detikcom)

Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads