Thailand - Festival roket tradisional komunitas Mon kembali digelar. Festival memadukan ritual keagamaan dan kompetisi penuh ledakan.
Foto Travel
Dentuman 'Look Noo' Warnai Tradisi Roket Komunitas Mon di Thailand
Sebuah roket meledak setelah peluncuran di area kompetisi. Tradisi “Look Noo” biasanya digelar setiap tahun pada periode perayaan Songkran dan awal musim panas di Thailand. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Roket ditembakkan di tengah kepulan asap dan cahaya api. Tradisi turun-temurun ini menjadi salah satu cara komunitas Mon mempertahankan identitas budaya mereka di Thailand modern. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Seorang laki-laki berdiri di dekat lintasan kabel saat festival berlangsung. Kompetisi biasanya dinilai berdasarkan kecepatan dan kemampuan roket menghantam target yang telah ditentukan. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Peserta berdiri di dekat roket yang tergantung pada kabel peluncur. Banyak tim mewakili kuil atau komunitas lokal dalam kompetisi tahunan ini. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Sebuah roket melaju cepat di sepanjang kabel saat kompetisi berlangsung. Berbeda dengan festival roket biasa, “Look Noo” menggunakan lintasan horizontal dengan target tertentu. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Peserta menyiapkan roket sebelum kompetisi dimulai. “Look Noo” dalam bahasa Mon merujuk pada roket tradisional yang digunakan dalam ritual dan kompetisi komunitas. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Percikan api menerangi area festival saat roket ditembakkan pada malam hari. Meski menggunakan bahan peledak rakitan, festival tetap dijalankan dengan pengawasan komunitas setempat. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Roket tradisional meluncur di tengah asap dan percikan api saat festival “Look Noo” digelar di Pathum Thani, pinggiran Bangkok, Thailand. Tradisi tahunan ini dijalankan komunitas etnis Mon untuk menghormati biksu Buddha yang telah wafat. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Roket-roket terlihat tergantung di kabel sebelum diluncurkan di Pathum Thani. Roket yang diisi bahan peledak ditembakkan menuju sasaran berbentuk pagoda sebagai bagian dari ritual penghormatan. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































