Warisan Budaya Perkebunan dalam Prosesi Temanten Kopi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Warisan Budaya Perkebunan dalam Prosesi Temanten Kopi

Tripa Ramadhan - detikTravel
Senin, 15 Jun 2026 08:00 WIB

Blitar - Tradisi Temanten Kopi kembali digelar untuk menyambut musim panen di lereng Gunung Kelud. Ritual ini menjadi simbol syukur atas hasil kopi yang melimpah.

Pemuka adat menuntun sepasang muda mudi pembawa biji kopi lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan) yang sudah dikawinkan saat tradisi upacara temanten kopi di perkebunan Kopi De Karanganjar, Blitar, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026). Tradisi Temanten Kopi merupakan ritual memilih dan memetik kopi lanang dan wadon terbaik yang kemudian digiling bersamaan sebagai penanda masuknya musim panen dan giling biji kopi yang rutin dilakukan masyarakat perkebunan kopi lereng Gunung Kelud sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah serta kualitas biji kopi yang baik. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/kye

Pemuka adat menuntun sepasang muda-mudi pembawa biji kopi lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan) saat prosesi Temanten Kopi di perkebunan Kopi De Karanganjar, Blitar, Jawa Timur. Tradisi tersebut menjadi penanda dimulainya musim panen dan penggilingan kopi.Β ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Pemuka adat menuntun sepasang muda mudi pembawa biji kopi lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan) yang sudah dikawinkan saat tradisi upacara temanten kopi di perkebunan Kopi De Karanganjar, Blitar, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026). Tradisi Temanten Kopi merupakan ritual memilih dan memetik kopi lanang dan wadon terbaik yang kemudian digiling bersamaan sebagai penanda masuknya musim panen dan giling biji kopi yang rutin dilakukan masyarakat perkebunan kopi lereng Gunung Kelud sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah serta kualitas biji kopi yang baik. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/kye

Peserta mengikuti rangkaian upacara Temanten Kopi di kawasan perkebunan lereng Gunung Kelud. Ritual adat ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen kopi yang melimpah dan berkualitas.Β ANTARA FOTO/Irfan Anshori Β 

Pemuka adat menuntun sepasang muda mudi pembawa biji kopi lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan) yang sudah dikawinkan saat tradisi upacara temanten kopi di perkebunan Kopi De Karanganjar, Blitar, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026). Tradisi Temanten Kopi merupakan ritual memilih dan memetik kopi lanang dan wadon terbaik yang kemudian digiling bersamaan sebagai penanda masuknya musim panen dan giling biji kopi yang rutin dilakukan masyarakat perkebunan kopi lereng Gunung Kelud sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah serta kualitas biji kopi yang baik. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/kye

Biji kopi lanang dan wadon terbaik dipersiapkan untuk digiling bersama dalam tradisi Temanten Kopi di Blitar. Prosesi tersebut menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat perkebunan yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.Β ANTARA FOTO/Irfan Anshori Β 

Warisan Budaya Perkebunan dalam Prosesi Temanten Kopi
Warisan Budaya Perkebunan dalam Prosesi Temanten Kopi
Warisan Budaya Perkebunan dalam Prosesi Temanten Kopi
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads