Karawang - Situs Tragedi Rawa Gede di Karawang menyimpan kisah perjuangan dan pembantaian warga sipil. Kini, kawasan ini menjadi destinasi edukasi sejarah.
Foto Travel
Menelusuri Jejak Sejarah di Monumen Rawa Gede
Situs Tragedi Rawa Gede di Karawang menyimpan kisah perjuangan yang belum banyak diketahui publik.
Monumen Rawa Gede menjadi salah satu situs sejarah perjuangan yang masih minim dikenal wisatawan.
Kawasan tersebut dahulu menjadi markas para pejuang karena memiliki akses stasiun kereta api Karawang-Rengasdengklok.
Lokasi strategis itu membuat pejuang dari berbagai kesatuan memilih Rawa Gede sebagai basis pergerakan.
Peristiwa pembantaian warga sipil oleh penjajah pada 9 Desember 1947 menjadi latar berdirinya monumen tersebut.
Monumen Rawa Gede dibangun pada 1995 dengan filosofi 17 anak tangga, empat parameter, dan tinggi lima meter untuk mengenang hari kemerdekaan.
Di bagian dalam monumen terdapat patung seorang ibu yang memeluk dua anaknya sebagai gambaran korban pembantaian saat itu.
Taman Makam Pahlawan di dekat monumen menjadi tempat peristirahatan terakhir ratusan korban yang digali dari berbagai rumah warga.
Situs tersebut kerap dikunjungi mahasiswa dan pelajar untuk mempelajari kisah sejarah dari penjaga dan keturunan saksi hidup serta dibuka setiap hari tanpa batasan waktu kunjungan.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































