Menelusuri Jejak Perang Dunia II Lewat Tur Edukasi di Ereveld Kalibanteng

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Menelusuri Jejak Perang Dunia II Lewat Tur Edukasi di Ereveld Kalibanteng

Tripa Ramadhan - detikTravel
Kamis, 03 Sep 2026 06:00 WIB

Semarang - Tur edukasi di Ereveld Kalibanteng, Semarang, mengajak pengunjung mengenal sejarah Perang Dunia II. Makam ini jadi tempat peristirahatan ribuan korban perang.

Sejumlah pengunjung menyimak penjelasan pemandu saat mengikuti kegiatan tur edukasi sejarah Perang Dunia II di Ereveld Kalibanteng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Tur edukasi sejarah tersebut bertujuan mengenalkan Ereveld Kalibanteng sebagai salah satu dari tujuh makam kehormatan Belanda di Indonesia yang diresmikan pada 22 April 1949 sebagai tempat peristirahatan terakhir lebih dari 3.000 korban perang dari kalangan militer dan sipil, baik warga Belanda maupun Indonesia, yang gugur selama Perang Dunia II (1939-1945) serta masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Sejumlah pengunjung menyimak penjelasan pemandu saat mengikuti tur edukasi sejarah Perang Dunia II di Ereveld Kalibanteng, Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Sejumlah pengunjung menyimak penjelasan pemandu saat mengikuti kegiatan tur edukasi sejarah Perang Dunia II di Ereveld Kalibanteng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Tur edukasi sejarah tersebut bertujuan mengenalkan Ereveld Kalibanteng sebagai salah satu dari tujuh makam kehormatan Belanda di Indonesia yang diresmikan pada 22 April 1949 sebagai tempat peristirahatan terakhir lebih dari 3.000 korban perang dari kalangan militer dan sipil, baik warga Belanda maupun Indonesia, yang gugur selama Perang Dunia II (1939-1945) serta masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Pemandu memberikan penjelasan kepada pengunjung mengenai sejarah Ereveld Kalibanteng dalam kegiatan tur edukasi. Kawasan tersebut menjadi salah satu makam kehormatan Belanda di Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Sejumlah pengunjung menyimak penjelasan pemandu saat mengikuti kegiatan tur edukasi sejarah Perang Dunia II di Ereveld Kalibanteng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Tur edukasi sejarah tersebut bertujuan mengenalkan Ereveld Kalibanteng sebagai salah satu dari tujuh makam kehormatan Belanda di Indonesia yang diresmikan pada 22 April 1949 sebagai tempat peristirahatan terakhir lebih dari 3.000 korban perang dari kalangan militer dan sipil, baik warga Belanda maupun Indonesia, yang gugur selama Perang Dunia II (1939-1945) serta masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Makam ini diresmikan pada 22 April 1949 sebagai tempat peristirahatan terakhir para korban perang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Sejumlah pengunjung menyimak penjelasan pemandu saat mengikuti kegiatan tur edukasi sejarah Perang Dunia II di Ereveld Kalibanteng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Tur edukasi sejarah tersebut bertujuan mengenalkan Ereveld Kalibanteng sebagai salah satu dari tujuh makam kehormatan Belanda di Indonesia yang diresmikan pada 22 April 1949 sebagai tempat peristirahatan terakhir lebih dari 3.000 korban perang dari kalangan militer dan sipil, baik warga Belanda maupun Indonesia, yang gugur selama Perang Dunia II (1939-1945) serta masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Kegiatan tur edukasi di Ereveld Kalibanteng mengenalkan sejarah korban Perang Dunia II serta masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Sejumlah pengunjung menyimak penjelasan pemandu saat mengikuti kegiatan tur edukasi sejarah Perang Dunia II di Ereveld Kalibanteng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Tur edukasi sejarah tersebut bertujuan mengenalkan Ereveld Kalibanteng sebagai salah satu dari tujuh makam kehormatan Belanda di Indonesia yang diresmikan pada 22 April 1949 sebagai tempat peristirahatan terakhir lebih dari 3.000 korban perang dari kalangan militer dan sipil, baik warga Belanda maupun Indonesia, yang gugur selama Perang Dunia II (1939-1945) serta masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Lebih dari 3.000 korban perang dari kalangan militer dan sipil dimakamkan di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Menelusuri Jejak Perang Dunia II Lewat Tur Edukasi di Ereveld Kalibanteng
Menelusuri Jejak Perang Dunia II Lewat Tur Edukasi di Ereveld Kalibanteng
Menelusuri Jejak Perang Dunia II Lewat Tur Edukasi di Ereveld Kalibanteng
Menelusuri Jejak Perang Dunia II Lewat Tur Edukasi di Ereveld Kalibanteng
Menelusuri Jejak Perang Dunia II Lewat Tur Edukasi di Ereveld Kalibanteng

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads