Aneka Ukiran Kayu, Karya Sang Pengukir Ulung, Suku Asmat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harley Bayu Sastha|13462|PAPUA 3|29

Aneka Ukiran Kayu, Karya Sang Pengukir Ulung, Suku Asmat

harleysastha - detikTravel
Senin, 15 Agu 2011 11:15 WIB
loading...
harleysastha
Aneka Ukiran Kayu, Karya Sang Pengukir Ulung, Suku Asmat
ugc
Jakarta - Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu

ugc
Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu

ugc
Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu

ugc
Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu

ugc
Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu

ugc
Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu

ugc
Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu
Halaman 2 dari 7
Suku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 laluSuku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 laluSuku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 laluSuku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 laluSuku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 laluSuku Asmat merupakan salah satu suku di Propinsi Papua yang ukirannya sangat terkenal hingga ke Mancanegara. Kelebihannya adalah setiap ukiran tidak akan ada yang sama satu sama lain. Ini lantaran setiap kayu diukir tanpa sketsa terlebih dahulu. Ciri yang khas, unik, rumit dan naturalis membuat hasil karya mereka bernilai sangat tinggi. Ukiran umumnya diadopsi dari lingkungan dan pengalaman hidup sehari-hari. Apa yang ada dalam pikiran mereka itulah yang langsung dituangkannya dalam bentuk ukiran. Bagi orang-orang Suku Asmat, mengukir merupakan bagiah dari hidup mereka. Ukiran-ukiran ini juga berhubungan dengan nilai-nilai religius yang mereka anut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil saat berkunjung ke Agats, Kab. Asmat, 16 Oktober 2010 lalu
(travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads