Ekosistem hijau dan alami hidup damai di dalam Gua Son Doong. Bahkan, banyak di antara tanaman dan hewan di dalamnya, tidak bisa ditemui di tempat lain selain di sana.
Dari Huffington Post, Senin (9/9/2013), gua ini memiliki luas 8,8 hektar, dengan hutan dan sungai di dalamnya. Bahkan, tinggi dinding gua bisa memuat gedung setinggi 40 lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2009, seorang ahli gua asal Inggris memasuki gua ini dan kini, Oxalis, satu-satunya operator tur yang berlisensi mengadakan tur ke dalam Son Doong. Dalam tur, terungkap betapa indah dan uniknya ekosistem di dalam gua.
Gua yang berada di pedalaman hutan dalam Taman Nasional Phong Nha Ke Bang ini seakan menarik semua orang yang masuk ke dalamnya. Ekosistem hidup sempurna tidak tersentuh manusia selama ratusan tahun lamanya.
Sinar mentari masuk melalui 2 lubang dari atap gua. Inilah yang membuat pepohonan di dalam gua tetap hidup dan bertumbuh. Bahkan, ada pula awan tipis yang masuk ke dalam gua. Bayangkan, seperti berada bumi pada masa sebelum hadir mesin dan kendaraan.
Banyak pepohonan yang tergolong purba masih hidup di sini. Ada juga pohon-pohon khas yang hanya bisa ditemui di dalam gua. Beberapa hewan yang banyak ditemui di sini antara lain monyet, burung rangkong, dan rubah terbang. Ditemukan juga beberapa fosil di dalam gua yang diperkirakan berumur sekitar 300 juta tahun.
Nah, semenjak gua ini sudah terungkap keindahan dan keeksotisannya, pasti banyak manusia yang tergoda untuk datang ke sana. Operator tur Oxalis membuka pendaftaran untuk tur ke dalam gua dalam paket 7 hari 6 malam. Untuk menjaga kestabilan ekosistem, pemerintah hanya memperbolehkan 200 wisatawan yang bisa melihat sendiri keindahan Gua Son Doong.
Pendaftaran sudah dibuka, harga yang harus dibayarkan dalam paket ini adalah USD 3.000 (Rp 33 juta). Harga tersebut sudah termasuk semua akomodasi dan makanan.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?