Rabu (11/9/2013) kemarin, detikTravel menyambangi bandara ini. Ketika itu, saya datang bersama rombongan lain usai menghadiri konferensi wisata muslim di Ningxia, China.
Kesan megah terasa jelas begitu kaki menginjakkan kaki di bandara ini. Atap tinggi, lantai bersih, dengan ruangan luas mengisi bandara di Beijing ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika lapar, traveler bisa menikmati aneka makanan khas China di beberapa restoran yang tersedia di sana. Ada yang 24 jam, ada pula yang hanya buka sampai pukul 22.00 WIB.
Begitu masuk ke dalam bandara, hal pertama yang terlintas di benak saya adalah berita mengenai bandara paling delay sedunia. Menurut penelitian FlightStats, Bandara di Beijing, China memang terkenal sebagai salah satu yang paling delay dan sibuk di dunia.
Saya pun lantas menuju konter check-in. Suasana luar bandara yang awalnya sepi, berubah drastis. Kontras dengan bagian luar, bagian dalam bandara khususnya dekat konter check-in justru dipenuhi banyak orang.
Ada ratusan traveler mengantre untuk bisa check-in di depan meja maskapai masing-masing. Padahal, ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 waktu setempat. Tak heran jika banyak orang menyebutnya sebagai salah satu bandara paling sibuk.
Untuk menghubungkan antar terminal, traveler bisa menggunakan bus atau kereta yang telah disiapkan. Ini karena jarak antar terminal cukup jauh.
Sayangnya, tak semua traveler di sini, terutama penduduk lokal bisa antre dengan tertib. Tak sedikit dari mereka yang malah menyerobot antrean.
"Tolong dong Pak, antre," tegur salah seorang traveler bernama Vonny dengan bahasa Mandarin, begitu melihat ada seorang pria hendak menyelak.
Seolah tak mendengar, pria yang ditegur tetap berdiri berusaha menyelak. Adu mulut pun terdengar, dan sang pria memilih untuk pergi mencari pintu masuk lain.
Rupanya, kejadian semacam ini sudah rutin terjadi di Bandara Beijing. Tak lama dari adegan di hadapan saya, adu mulut antar traveler kembali terdengar.
Terlepas dari itu semua, Bandara Beijing cukup nyaman. Beruntungnya, saya tidak mengalami keterlambatan penerbangan seperti yang sering orang sebutkan. Pesawat yang saya tumpangi pun bisa terbang tepat waktu sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Satu hal lagi, untuk traveler muslim tak perlu kuatir soal makanan dan tempat ibadah salat. Bandara ini memiliki rumah makan khusus muslim. Sambil makan, turis bisa menumpang salat di tempat ini.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong