Di kampung pesisir yang sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan air laut ini, rumah-rumah penduduk memiliki bentuk yang khas. Atapnya meruncing untuk memecah hempasan angin yang memang sering berhembus kencang, termasuk saat detikTravel berkunjung baru-baru ini atas undangan PT Sari Husada pekan lalu.
Rumah-rumah mungil tersebut biasanya memiliki teras kecil yang dihias dengan berbagai ornamen. Ada yang dihias dengan patung-patung lucu, ada pula yang dipenuhi pot bunga warna-warni. Sepintas mirip seperti rumah-rumah peri yang ada di dongeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang Volendam punya kebiasaan minum-minum di bar. Pintu rumah sengaja dibuat berbeda-beda agar tidak salah masuk rumah orang jika pulang dalam kondisi terlalu banyak minum," kata Wilma, pemandu lokal yang mendampingi detikTravel saat itu.
Orang Volendam juga memiliki kekhasan yang membuatnya berbeda dari orang Belanda pada umumnya, yakni pada nama belakangnya. Di Belanda, orang-orang dengan nama belakang Smit dan Tol hampir bisa dipastikan punya riwayat kekerabatan dengan orang Volendam. Contohnya penyanyi pop Belanda, Jan Smit dan pemain sepakbola FC Volendam, Pier Tol yang memperkuat tim Belanda di era tahun 1950-an.
Berada di tepi laut, Volendam yang dikenal sebagai kampung nelayan menjadi salah satu bukti bahwa sebagian wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut. Saat menelusuri pesisir, akan tampak sekali bahwa permukaan air laut berada lebih tinggi dari rumah-rumah dan keduanya hanya dibatasi oleh semacam dam.
Kincir angin tradisional yang dikenal dengan nama windmollen juga masih banyak dijumpai di kampung ini. Bila cuaca cerah, pengunjung bebas berfoto di dengan latar belakang kincir angin tradisional yang belakangan ini mulai tergeser oleh kincir modern.
Satu lagi yang khas dari kampung ini tentunya adalah pakaian khas yang masih dikenakan oleh sebagian warga, khususnya yang sudah lanjut usia. Kalaupun tidak berkesempatan berjumpa dengan penduduk lokal dengan busana adat, tidak usah khawatir. Di sini ada studio foto yang menyewakan kostum tersebut.
Studio foto ini cukup unik karena banyak memajang tokoh-tokoh terkenal dari Indonesia yang pernah berfoto di tempat ini. Selain itu, sang fotografer yang merupakan orang Belanda asli tampaknya juga akrab dengan budaya Indonesia. Buktinya, saat memotret ia tidak minta pengunjung untuk bilang "cheese" melainkan "tempe", "krupuk" dan "terasi".
Bagi yang ingin berbelanja oleh-oleh khas Belanda, toko-toko suvenir di Volendam juga cukup direkomendasikan. Karena ada banyak toko di satu tempat dan masing-masing harus bersaing menarik pelanggan, harganya pun lebih miring dibandingkan di tempat lain misalnya di Amsterdam.
(shf/shf)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Terpopuler: Pendaki Bawa Sapi ke Gunung Rinjani untuk Disembelih,Berujung Dikecam